Jelang Pemilu 2024, Dede Yusuf: Koalisi Perlu Dibangun Sejak Awal

Jelang Pemilu 2024, Dede Yusuf: Koalisi Perlu Dibangun Sejak Awal

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi.- (Yanuar/Jabar Ekspres)-

KABUPATEN BANDUNG - Koalisi Partai Politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (pemilu) 2024 mulai jadi perhatian publik. Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi, mengatakan, jalinan koalisi antar partai politik perlu dibangun sejak awal.

"Itu betul. Kita sebutnya kemistri, kedekatan emosional dan visi misi parpolnya jelas," kata Dede pada Kamis (4/8).

Menurutnya, hubungan antar parpol sebagai koalisi tidak bisa dijalin dalam waktu dekat, sebab dapat berpotensi menimbulkan persoalan kedepannya.

"Ketika berbicara soal koalisi, itu seperti hubungan berumah tangga. Harus bersama terus, jangan baru satu tahun sudah pecah kongsi," ujarnya.

Dede Menambahkan, retaknya koalisi parpol tak jarang dikarenakan hubungan yang dibangun tergolong singkat dan terburu-buru.

"Demokrat selalu mengatakan hubungan kemistri dan visi misi (antar parpol) harus sejalan," terangnya.

Pilihan parpol menetapkan koalisi di ajang pemilu itu, diakui Dede sangat memungkinkan terbentuk, bahkan 2 jam sebelum penetapan.

Karenannya, mengingat pemilu 2024 masih cukup lama, hubungan antar parpol perlu dijalin dengan baik agar bisa saling menghargai dan memahami.

"Harus diakui memang PKS dan NasDem sudah menjalin komunikasi dengan baik dan rutin," ucap Dede Yusuf.

"Artinya apapun sikap dari partai masing-masing tetap kita hargai," tambahnya.

Dede mengaku, sampai saat ini hubungan antar parpol tetap dijalin dengan baik tak hanya kepada PKS dan NasDem.

Ketika disinggung mengenai penetapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung Partai Demokrat pada pemilu 2024 mendatang, Dede belum bisa memastikan.

"Ujung-ujungnya keputusan ada di pak SBY, dalam menetapkan koalisi untuk tingkatan majelis tinggi," paparnya.

"Siapa capres dan siapa cawapres itu majelis tinggi, ketua umum tentu punya suara," lanjut Dede.

Sumber: