Ini Rahasia Orang Korea, Jepang dan China Tetap Sehat, Meski Tiap Hari Makan Mie

Ini Rahasia Orang Korea, Jepang dan China Tetap Sehat, Meski Tiap Hari Makan Mie

Ilustrasi rahasia makan mie namun tetap sehat. -pixabay-

Mie instans merupakan makanan favorit semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Rasanya yang enak dan cara masaknya yang praktis menjadi pilihan utama untuk mengenyangkan perut. Apalagi harganya ekonomis tidak membuat kantong jebol. Ada Rahasia agar tetap sehat meski sering makan Mie instan.

Meski kita tahu, mie instan bukanlah makanan sehat, namun tetap saja kita tidak bisa menolak pesona aromanya yang menggoda.

Menurut beberapa riset, kalori di dalam sebungkus mi instan bisa lima kali lipat lebih tinggi dibanding nasi. Bukan hanya membuat tubuh cepat gemuk, berbagai penyakit juga dilaporkan kambuh karena terlalu sering makan mie instan, diantaranya sakit maag atau bahkan bisa terkena tipes.

Juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari obesitas, kerusakan hati, menghambat penyerapan nutrisi hingga berisiko kanker.

Ada penelitian yang menyebutkan, yang membuat mie instan berbahaya adalah terletak pada bumbu yang ada di dalam kemasan mi instan. Sehingga dianjrkan untukmenghindari konsumsi makanna yang satu ini.

Diantara banyaknya bahaya menyantap mie instan, namun, pernahkah terpikir mengapa orang Korea, Jepang, dan China tetap sehat padahal sering mengonsumsi mi? Sudah bukan rahasia lagi ya, mi menjadi makanan khas di ketiga negara tersebut.

Kuliner serba mi dari Korea, Jepang, dan China selalu menawarkan cita rasa yang susah ditolak. Bahkan, masyarakat Tionghoa memiliki kepercayaan tersendiri pada makna di balik makanan mi.

Kira-kira apa ya rahasia tubuh mereka tetap sehat meski sehari-hari makan mi instan? Ternyata, hal itu pernah dibahas oleh Dr. Zaidul Akbar, melalui sebuah ceramahnya.

Bukan pada bahan atau cara mengolah mi, Bunda. Tapi, bagaimana gaya hidup mereka dalam keseharian yang lebih sehat dibanding masyakat Indonesia pada umumnya.

Kuncinya yaitu pada kemauan untuk membakar lemak, sehingga mereka tidak malas bergerak. Bahkan, masyarakat di negara tersebut dikenal sebagai orang-orang yang hobi jalan kaki nih.

Jalan kaki dianggap sebagai olahraga ringan yang membawa banyak manfaat kesehatan. Serta bisa membakar lemak setelah mereka makan.

Salah satunya membakar lemak, menurunkan kolesterol, mencegah diabetes hingga menambah kekuatan otot. "Kalau yang pernah ke Hong Kong lihat orang jalan ke stasiun itu bisa 14.000 langkah," tutur dr Zaidul Akbar.

"Meskipun makan mie gak sehat ya, mungkin lemak atau kalori jadi terbakar pas jalan kaki. Masalahnya kan di kebiasaan. Kalau orang Indonesia kan jarang jalan kaki," lanjutnya.

Bukan hanya pada kebiasaan jalan kaki saja, tetapi juga bahan-bahan yang dipakai untuk memasak. Orang Asia kebanyakan mencampurkan bawang-bawangan untuk menu makanannya.

Sumber: