Percepatan Penanganan PMK, Plt. Bupati Bogor Libatkan Satgas di 39 Wilayah

Percepatan Penanganan PMK, Plt. Bupati Bogor Libatkan Satgas di 39 Wilayah

Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan saat pimpin Rapat Pembahasan Perkembangan Terkini Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan Ternak, serta pembentukan SAtgas PMK di Kabupaten Bogor, Senin (20/6).- (Foto: Yudha Prananda)-

BOGOR - Ditengah mewabahnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Tanah Air, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bogor) mengambil langkah cepat guna memutus rantai penyebaran. Satgas PMK pun disiagakan menyebar di 39 wilayah.

Data yang dihimpun wartawan, 39 wilayah tersebut terpusat di tujuh Posko. Diantaranya, Posko 1 di berada di Cibinong, Bojonggede, Kemang, Ciseeng, Parung, dan Gunungsindur. Sedangkan Posko 2 ada di Babakan Madang, Citeureup, Sukaraja, Megamendung, Ciawi, dan Cisarua.

Selanjutnya, Posko 3 meliputi wilayah Jonggol, Cariu, Tanjungsari, Sukamakmur, Klapanunggal, dan Cileungsi. Sementara Posko 4 membawahi wilayah Ciomas, Dramaga, Tamansari, Cijeruk, Cigombong, serta Caringin.

Posko 5 terdiri dari Pamijahan, Cibungbulang, Rancabungur, Ciampea, Tenjolaya, Leuwiliang, juga Leuwisadeng. Lalu Posko 6, yakni Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang, Tenjo, Jasinga, Sukajaya, Nanggung, serta Posko 7 ada di Diskanak.

Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku, sebelumnya Pemkab Bogor sudah membentuk Satgas PMK ditingkat dinas. Dirasa kurang maksimal, pihaknya langsung membentuk satgas dengan skala besar lintas sektoral.

"Pembina dan penanggungjawabnya saya, lalu ada Sekda dan penanggungjawab hariannya dari Diskanak. Ini kita lakukan agar semua bergerak cepat menangani PMK ini,” ungkap Iwan, Senin (21/6).

Dia meminta agar tujuh Posko Satgas PMK lebih dimaksimalkan fungsinya terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha ini.

“Kita sudah buat kebijakan di H-10 Idul Adha semua Satgas yang ada di tujuh Posko penanganan PMK dimassifkan untuk memeriksa kondisi hewan ke seluruh peternakan yang ada di Kabupaten Bogor,” pintanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Otje Subagja menambahkan, langkah tersebut diambil untuk memperkuat tim penanganan kasus PMK dilapangan.

Selain itu pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan IPB terkait bantuan pengobatan bagi hewan yang terpapar PMK, edukasi, dan healing psikis peternak, serta bantuan pengecekan hewan-hewan ternak jelang Hari Raya Idul Adha.

"Kita butuh kerjasama yang baik dan terpadu dalam proses mengatasi dan penanganan penyakit PMK di Kabupaten Bogor ini. Kami juga ajak semua masyarakat untuk peran aktif dalam penanganan PMK ini," tukasnya. (Yud)

 

 

Sumber: