DPRD Kabupaten Bandung Apresiasi Grounndbreaking TPPAS Legok Nangka Nagreg

DPRD Kabupaten Bandung Apresiasi Grounndbreaking TPPAS Legok Nangka Nagreg

DPRD Kabupaten Bandung Apresiasi Grounndbreaking TPPAS Legok Nangka Nagreg--

RADAR JABAR - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Akhiri Hailuki, menyambut positif pelaksanaan groundbreaking Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kecamatan Nagreg

Menurutnya, proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini membebani Kabupaten Bandung.

Politisi Partai Demokrat itu berharap pembangunan TPPAS Legok Nangka dapat selesai sesuai target dan mulai beroperasi pada tahun depan sehingga mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung.

"Kami menyambut baik pelaksanaan groundbreaking TPPAS Legok Nangka. Kami berharap pembangunan ini berjalan sesuai rencana, selesai tepat waktu, dan dapat mulai beroperasi tahun depan," kata Hailuki di Soreang, Selasa 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, setelah beroperasi nanti, TPPAS Legok Nangka diproyeksikan mampu mengolah sekitar 450 ton sampah per hari yang berasal dari Kabupaten Bandung. Dimana, kapasitas tersebut dinilai akan mengurangi beban pengelolaan sampah secara signifikan.%

Menurut Hailuki, upaya tersebut harus dibarengi dengan optimalisasi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Cicukang yang ditargetkan mampu menangani sekitar 500 ton sampah per hari.

 

BACA JUGA:Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Usul PT BDS Dibubarkan, Ini Alasannya

 

"Dengan demikian, kurang lebih 1.000 ton sampah per hari sudah bisa tertangani. Sisanya sekitar 800 ton dapat dioptimalkan melalui TPS 3R yang ada di desa maupun kecamatan sehingga persoalan sampah di Kabupaten Bandung bisa ditangani secara efektif," ujarnya.

Meski begitu, Politisi Demokrat itu mengingatkan masih ada tantangan besar yang harus dipersiapkan, terutama kesiapan Dinas Lingkungan Hidup beserta instansi terkait dalam memastikan pasokan sampah ke TPPAS Legok Nangka berjalan lancar setiap hari.

Menurutnya, kapasitas pengolahan sebesar 450 ton per hari hanya akan optimal apabila didukung sistem pengangkutan yang memadai.

"Yang menjadi tantangan adalah bagaimana Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait mampu mengoptimalkan pengangkutan sekitar 450 ton sampah setiap hari ke TPPAS Legok Nangka. Jangan sampai fasilitasnya sudah siap, tetapi sampah tidak terangkut karena kendala teknis, baik armada, sumber daya manusia, maupun persoalan operasional lainnya," tegasnya.

Hailuki menilai seluruh kesiapan tersebut harus dirancang sejak awal agar investasi besar pada TPPAS Legok Nangka tidak menjadi sia-sia.

Sumber:

Berita Terkait