Kematangan Politik KDS Diapresiasi : Jabatan Tinggi Ujian Besar, Tetap Tenang dan Fokus Bekerja

 Kematangan Politik KDS Diapresiasi : Jabatan Tinggi Ujian Besar, Tetap Tenang dan Fokus Bekerja

Kematangan Politik KDS Diapresiasi : Jabatan Tinggi Ujian Besar, Tetap Tenang dan Fokus Bekerja--

RADAR JABAR, KAB BANDUNG – Pengamat politik nasional M Khotib mengapresiasi sikap Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS) yang memilih tetap tenang dan bersabar dalam menghadapi gempuran fitnah yang menerpa dirinya di media sosial. 

Alih-alih 'berbalas pantun' dan melakukan serangan balik terhadap pihak-pihak yang menebar fitnah yang diarahkan kepada Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) memilih tetap fokus bekerja untuk rakyat dan menjalankan roda pemerintahan. 

Menurut M Khotib, di dunia politik seorang pemimpin tidak hanya diuji oleh kemampuannya menyusun program dan menjalankan pemerintahan. Ia juga diuji oleh caranya menghadapi tekanan, tuduhan, kritik, bahkan serangan pribadi yang terkadang disampaikan dengan bahasa kasar dan jauh dari etika.

"Dalam konteks itulah, sikap Bupati KDS patut mendapatkan apresiasi. Di tengah berbagai tuduhan dan cercaan mengenai dugaan korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan nepotisme yang diarahkan kepadanya, KDS memilih tetap tenang, tegar, dan tidak mudah terpancing," ujar Khotib kepada awak media, Minggu (2/8/2026). 

Sebagian tuduhan yang diarahkan kepada KDS tersebut bahkan disertai kata-kata yang kasar, tidak sopan, dan cenderung menyerang kehormatan pribadi. Namun hebatnya, kata Khotib, KDS tidak membalasnya dengan kemarahan.

"KDS juga tidak memilih jalan saling menghina atau mempertontonkan kegaduhan di ruang publik," ungkapnya. 

Pria yang yang juga peneliti di sebuah lembaga survei tersebut menyebut KDS memperlihatkan sikap seorang pemimpin yang memahami bahwa tidak setiap provokasi harus dilayani, dan tidak setiap serangan harus dibalas. 

"Ada kalanya diam, bersabar, dan tetap bekerja justru menjadi jawaban yang paling bermartabat. Salut saya sama KDS, dia tetap tenang dan sabar," tambah Khotib. 

Terhadap berbagai tuduhan yang kini menjadi perhatian publik, KDS memilih mempercayakannya kepada proses hukum yang sedang berjalan. Sikap ini penting karena Indonesia adalah negara hukum. 

Khotib menegaskan benar atau tidaknya suatu tuduhan tidak bisa ditentukan oleh teriakan paling keras, tekanan massa, potongan informasi di media sosial, ataupun penghakiman sepihak.

"Semua harus dibuktikan berdasarkan fakta, alat bukti, dan mekanisme hukum yang sah. Asas praduga tak bersalah harus tetap dihormati. Seseorang tidak boleh dianggap bersalah hanya karena telah dituduh, disebut-sebut, atau diserang berulang kali di ruang publik," tuturnya. 

Oleh karena itu, Khotib menilai keputusan KDS untuk tidak bergeming menghadapi berbagai tuduhan tersebut menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap proses hukum. 

Khotib mengaku sangat mengapresiasi sikap KDS yang tidak berusaha melawan tuduhan dengan kegaduhan baru. KDS lebih memilih tetap menjalankan tugas sebagai Bupati Bandung pada periode keduanya.

 

Sumber:

Berita Terkait