Pengusaha Japnas Harus Bersinergi dengan Pemerintah
--
Widiyanto juga menyoroti pentingnya proses industrialisasi dan hilirisasi yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Ia menyinggung rencana pemerintah pusat terkait pengadaan 105 ribu unit mobil pick-up dari India, yang diharapkan dapat melibatkan industri dalam negeri.
“Kita berharap kebutuhan tersebut bisa diserap dan dikerjakan oleh industri lokal. Ini akan menimbulkan efek domino yang besar, khususnya bagi industri di Jawa Barat,” katanya.
Tak hanya itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Program tersebut dinilai mampu membangun ekosistem dunia usaha yang melibatkan UMKM, petani, pedagang, pemasok bahan pangan, hingga industri pengolahan.
“MBG menimbulkan efek domino dan membangun ekosistem usaha. UMKM, petani, pemasok sayur, hingga industri seperti industri susu di Subang bisa ikut tumbuh bersama,” ungkapnya.
Widiyanto juga berharap kehadiran Koperasi Merah Putih di Jawa Barat mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru dengan mengonsolidasikan para pengusaha dalam satu rantai pasok yang terintegrasi.
“Koperasi Merah Putih bisa berperan sebagai supplier maupun customer dalam rantai pasok tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan yang diyakini akan memperlancar akses distribusi dan mendukung industrialisasi serta hilirisasi.
Ia juga menyinggung program hilirisasi aspal alam dan aspal Buton yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi harga aspal untuk pembangunan serta memberikan dampak positif bagi ekonomi Jawa Barat.
Sumber: