Dispusipda Jabar Padukan Literasi Keuangan dan Budaya

Rabu 17-06-2026,10:41 WIB
Editor : Erwin Mintara D. Yasa

BANDUNG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat menggabungkan penguatan literasi keuangan dan pelestarian budaya dalam satu kegiatan yang menyasar pelajar SMA dan SMK. Program tersebut digelar melalui Workshop Literasi Keuangan yang dirangkaikan dengan pentas seni dan pengukuhan peserta Literasi Seni Budaya di Aula Graha Pustaloka.

 

Sebanyak 93 pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sebelumnya mengikuti pelatihan Literasi Seni Budaya selama satu bulan dikukuhkan sebagai peserta binaan. Mereka menampilkan hasil pembelajaran melalui sejumlah pertunjukan seni tradisional, seperti Tari Merak, Tari Topeng, dan Tari Blantek.

 

Kepala Dispusipda Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku. Menurut dia, perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang mendorong generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan diri.

 

“Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan. Kami ingin menghadirkan generasi yang mengenal budayanya, memiliki karakter kuat, dan mampu mengambil keputusan yang bijak untuk masa depannya,” kata Kusmana.

 

Selain mendapat pembelajaran seni budaya, para peserta memperoleh materi literasi keuangan dari berbagai narasumber, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, praktisi bisnis, perbankan, hingga tokoh muda.

 

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan sejak dini, pemanfaatan teknologi digital secara bijak, kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, investasi ilegal, perjudian daring, hingga penguatan personal branding dan kemandirian finansial.

 

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Nanin Hayani Adam, yang mewakili gubernur saat membuka kegiatan, menilai kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Menurut dia, generasi muda juga perlu memiliki karakter, disiplin, dan kemampuan mengelola kehidupan secara baik.

 

“Masa depan tidak cukup dibangun oleh kecerdasan saja, tetapi juga oleh karakter, disiplin, dan kemampuan mengelola kehidupan,” ujar Nanin.

Tags :
Kategori :

Terkait