Ia juga menyoroti keterangan Fillar yang menyebut Orlando menerima uang bukan hanya dari Blue Ray. Dalam persidangan disebutkan adanya dana dari importir lain seperti Fasdelli dan Ali Medan yang dititipkan melalui Fillar maupun Aditya untuk disimpan di mobil Brio yang digunakan sebagai tempat penyimpanan uang operasional.
Menurut dia, apabila keterangan tersebut terkonfirmasi dalam risalah resmi persidangan, maka struktur perkara menjadi jauh lebih luas. Aliran dana yang melibatkan lebih dari satu pihak akan memengaruhi cara membaca keseluruhan kasus.
"Semakin besar perkara yang hendak dibuktikan, semakin tinggi pula kebutuhan akan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kualitas alat bukti menjadi sangat penting," ujarnya.
Perkembangan lain yang turut menjadi perhatian adalah kesaksian Budiman Bayu Prasojo atau Bayu yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai di DJBC pusat. Dalam persidangan, Bayu mengaku pernah menerima dana operasional dari Sisprian untuk kegiatan intelijen.
Namun Bayu menyatakan menolak dana tersebut setelah mengetahui uang itu berkaitan dengan Blue Ray karena perusahaan tersebut tidak berada dalam lingkup cukai. Ia juga menjelaskan Blue Ray disebut memberikan dana sebanyak lima kali kepada bagian intelijen cukai, dengan satu kali ditolak dan empat kali diterima oleh Salisa untuk kebutuhan operasional.
Bayu juga mengungkap pernah menerima uang dari sejumlah pengusaha rokok seperti Suryo, Johan, Huda, Romawan, Edo, Marwan, dan Pandawa Group. Nama-nama tersebut muncul dalam konteks pendalaman dugaan pengaturan cukai rokok yang sedang dilakukan penyidik.
Menurut Gautama, fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa perkara memiliki dimensi kepabeanan dan cukai yang berbeda. Oleh sebab itu, setiap alat bukti harus ditempatkan sesuai konteks masing-masing agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam pembacaan perkara.
Ia juga mencermati pengakuan Bayu mengenai dugaan intimidasi dari aparat penegak hukum lain selama proses pemeriksaan. Dalam persidangan, Bayu mengaku tidak kooperatif karena merasa keselamatan istri dan anaknya terancam.