Dahlan Iskan: Pemimpin Harus jadi Alarm saat Krisis

Rabu 06-05-2026,09:46 WIB
Editor : Erwin Mintara D. Yasa

JAKARTA – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan, kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam menghadapi krisis. Seorang pemimpin, kata dia, harus peka terhadap situasi dan berani mengambil keputusan strategis.

 

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Publik “Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global” di Universitas Paramadina, Selasa (5/5/2026).

 

Menurut Dahlan, krisis akan semakin sulit jika tidak disadari sejak awal. Karena itu, pemimpin wajib memberikan sinyal kepada seluruh jajaran organisasi.

 

“Kalau karyawan tidak paham sedang krisis, pemimpin yang harus memberi sinyal,” ujarnya.

 

Sinyal tersebut, lanjut dia, harus diwujudkan dalam langkah konkret. Di antaranya efisiensi di semua lini, termasuk memangkas divisi yang tidak produktif.

 

Ia mencontohkan pengalamannya saat krisis 1998. Saat itu, ia meminta karyawan menahan pengeluaran, bahkan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

 

“Sekadar membuat pagar rumah saja, saya larang,” katanya.

 

Pengalaman serupa juga ia terapkan saat memimpin PLN periode 2009–2011. Meski mengaku tidak memahami bisnis kelistrikan di awal, Dahlan memilih belajar dari internal perusahaan.

Kategori :