RADAR JABAR - Harga emas Antam batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali menjadi perhatian para investor pada 27 April 2026. Emas masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi paling aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain nilainya yang cenderung stabil, emas juga mudah dicairkan kapan saja.
Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam sudah termasuk pajak PPh sebesar 0,25%. Untuk pecahan kecil, harga emas 0,5 gram dibanderol sekitar Rp1.483.700.
Sementara itu, untuk ukuran 1 gram, harganya berada di kisaran Rp2.867.150. Pecahan ini menjadi yang paling diminati masyarakat karena relatif terjangkau dan fleksibel untuk investasi jangka panjang maupun tabungan.
Untuk ukuran yang lebih besar, harga emas 2 gram mencapai Rp5.674.150, sedangkan 5 gram dijual sekitar Rp14.110.188. Bagi investor yang ingin berinvestasi dalam jumlah lebih besar, emas 10 gram dihargai Rp28.165.238.
BACA JUGA:Tabel KUR BRI April 2026: Plafon hingga Rp500 Juta, Cicilan 1 Jutaan
BACA JUGA: Tabel KUR BRI April 2026 Terbaru: Cicilan Ringan Mulai Rp1 Jutaan per Bulan
Sementara itu, pecahan 50 gram berada di angka Rp140.495.363, dan 100 gram mencapai Rp280.912.530. Semakin besar ukuran emas yang dibeli, biasanya harga per gram akan terasa lebih ekonomis dibandingkan dengan pecahan kecil.
Jika mengacu pada perdagangan internasional, harga emas dunia pada 26 April 2026 berada di kisaran 4.681,43 dolar AS per troy ounce. Angka ini mencerminkan dinamika pasar komoditas global yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti inflasi, suku bunga, serta kondisi geopolitik dunia.
Emas sering dijadikan sebagai aset lindung nilai atau safe haven ketika terjadi gejolak ekonomi. Saat nilai mata uang melemah atau inflasi meningkat, harga emas cenderung naik karena permintaan meningkat. Hal inilah yang membuat emas tetap diminati dari waktu ke waktu, baik oleh investor pemula maupun profesional.
Namun demikian, penting bagi calon investor untuk selalu memantau pergerakan harga sebelum membeli emas. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan perusahaan. Selain itu, strategi investasi seperti membeli secara bertahap atau saat harga turun bisa menjadi langkah bijak untuk memaksimalkan keuntungan.*