RADAR JABAR - Ikan sapu-sapu belakangan ini sedang viral dikarenakan sedang dilakukan pembasmian besar besaran disekitaran sungai Jakarta.
Ikan sapu-sapu sendiri mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ikan ini sering ditemukan di sungai, selokan, hingga danau, bahkan terkadang dianggap sebagai hama karena populasinya yang cepat berkembang. Namun di balik reputasinya tersebut, ikan sapu-sapu menyimpan berbagai fakta menarik yang jarang diketahui. Secara ilmiah, ikan sapu-sapu dikenal sebagai Hypostomus plecostomus, salah satu jenis ikan dari keluarga lele yang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa. Berikut ini lima fakta unik tentang ikan sapu-sapu yang patut kamu ketahui. 5 Fakta Ikan Sapu-Sapu 1. Memiliki Mulut Pengisap yang Kuat Salah satu ciri khas ikan sapu-sapu adalah bentuk mulutnya yang seperti alat pengisap. Fungsi utama mulut ini adalah untuk menempel pada permukaan batu, kaca, atau dasar perairan. Dengan mulut tersebut, ikan sapu-sapu dapat mengikis lumut, alga, dan sisa-sisa organik yang menempel. Inilah alasan mengapa ikan ini sering dimanfaatkan sebagai “pembersih alami” di akuarium. Kemampuan ini juga membuat mereka tetap bisa bertahan di arus air yang cukup deras, karena tubuhnya dapat menempel kuat pada permukaan. 2. Termasuk Ikan Tangguh dan Mudah Beradaptasi Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu ikan paling tangguh. Mereka mampu hidup di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari air bersih hingga air yang tercemar sekalipun. Kemampuan ini membuat ikan sapu-sapu sering ditemukan di selokan atau sungai dengan kualitas air yang buruk. Bahkan, mereka dapat bertahan dalam kondisi oksigen rendah berkat sistem pernapasan tambahan yang dimilikinya. Tidak heran jika populasi ikan ini sangat sulit dikendalikan, karena mereka dapat berkembang di hampir semua jenis perairan. 3. Bukan Ikan Asli Indonesia Meskipun sangat mudah ditemukan di Indonesia, ternyata ikan sapu-sapu bukanlah spesies asli dari perairan lokal. Ikan ini berasal dari wilayah Amerika Selatan, terutama sungai-sungai di daerah Amazon. Masuknya ikan sapu-sapu ke Indonesia diduga berasal dari pelepasan ikan akuarium ke alam bebas. Karena tidak memiliki predator alami di sini, populasinya berkembang dengan cepat dan menyebar luas. Fenomena ini menjadikan ikan sapu-sapu sebagai salah satu spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan lokal. 4. Memiliki “Armor” atau Pelindung Tubuh Berbeda dengan kebanyakan ikan lain, tubuh ikan sapu-sapu dilapisi oleh semacam pelindung keras menyerupai armor. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi mereka dari serangan predator. Kulitnya yang kasar dan keras membuat ikan ini tidak mudah dimakan oleh hewan lain. Selain itu, bentuk tubuhnya yang pipih juga membantu mereka bersembunyi di dasar perairan. Kombinasi antara pelindung tubuh dan kemampuan beradaptasi membuat ikan sapu-sapu menjadi salah satu spesies yang sulit punah. 5. Bisa Dikonsumsi, Tapi Tidak Populer Meskipun sering dianggap sebagai ikan kotor, sebenarnya ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi. Di beberapa daerah, ikan ini bahkan diolah menjadi berbagai masakan. Namun, popularitasnya sebagai bahan makanan masih rendah. Hal ini disebabkan oleh tekstur dagingnya yang keras serta citranya sebagai ikan yang hidup di lingkungan kotor. Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dengan pengolahan yang tepat, ikan ini sebenarnya bisa menjadi alternatif sumber pangan. Dampak Ikan Sapu-sapu bagi Lingkungan Kehadiran ikan sapu-sapu di perairan Indonesia membawa dampak yang cukup signifikan. Di satu sisi, mereka membantu membersihkan lumut dan sisa organik. Namun di sisi lain, populasinya yang berlebihan dapat mengganggu ekosistem. Ikan ini dapat bersaing dengan ikan lokal dalam mendapatkan makanan dan tempat hidup. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka merusak habitat alami dengan menggali dasar sungai untuk membuat sarang. Karena itu, pengelolaan populasi ikan sapu-sapu menjadi penting agar tidak merusak keseimbangan lingkungan. Ikan sapu-sapu bukan sekadar ikan biasa yang sering dianggap hama. Di balik penampilannya yang unik, mereka memiliki berbagai keunggulan seperti kemampuan adaptasi tinggi, sistem perlindungan tubuh, hingga peran sebagai pembersih alami. Namun, karena merupakan spesies invasif, keberadaan ikan ini juga perlu diawasi agar tidak merusak ekosistem perairan lokal. Dengan memahami fakta-fakta tentang ikan sapu-sapu, kita bisa melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas dan bijak.5 Fakta Ikan Sapu-Sapu yang Perlu Kamu Ketahui
Senin 20-04-2026,14:07 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani
Kategori :
Terkait
Kamis 23-04-2026,19:00 WIB
5 Ciri-Ciri Siomay dengan Bahan Ikan Sapu-Sapu yang Wajib Diwaspadai
Senin 20-04-2026,14:07 WIB
5 Fakta Ikan Sapu-Sapu yang Perlu Kamu Ketahui
Jumat 06-12-2024,17:26 WIB
8 Jenis Hiu Unik: Dari yang Menakutkan hingga yang Nggak Berbahaya!
Rabu 21-08-2024,19:30 WIB
Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan, Ini 8 Makanan yang Pantang Dikonsumsi bersama Jeruk
Jumat 24-05-2024,15:16 WIB
Resep dan Cara Membuat Sambal Tongkol yang Lezat Gurih dan Pedas, Bikin Nambah Nasi!
Terpopuler
Jumat 31-07-2026,15:19 WIB
Daftar Motor Listrik Honda 2026: Dari Pelajar Sampai Pekerja, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Jumat 31-07-2026,16:04 WIB
Tablet Murah 2026 Bukan Lagi Kaleng-Kaleng! Ini 3 Pilihan Spek Gahar yang Siap Bikin Laptop Mulai Cemas
Jumat 31-07-2026,08:15 WIB
bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan Lewat Program Dana Pensiun Berkelanjutan
Jumat 31-07-2026,08:05 WIB
Gelar Pertemuan Panitia Pentahelix, Kecamatan Pameungpeuk Siapkan Program Prioritas Tahun 2026
Terkini
Sabtu 01-08-2026,06:54 WIB
Usung Pelayanan Lebih Optimal, APKASI Usulkan Revisi UU Pemerintahan Daerah
Jumat 31-07-2026,21:31 WIB
Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026
Jumat 31-07-2026,18:44 WIB
BRI Subang Serahkan Bantuan Ambulans TJSL kepada Wingdik 300/Teknik untuk Penunjang Kesehatan Masyarakat
Jumat 31-07-2026,16:59 WIB
Kejati Jatim dan PGN Bangun Sinergi Strategis, Perkuat Tata Kelola Infrastruktur Energi Nasional
Jumat 31-07-2026,16:31 WIB