Ketiga karakter ini sering digunakan sebagai debuffer tambahan di Medium Race. Skill seperti Dominator membuat mereka mampu mengganggu ritme lawan, terutama di fase penting lomba.
Strategi Training untuk Aries Cup
Karena jarak lomba mencapai 2.400 meter, stamina menjadi faktor krusial. Namun, power juga tidak boleh diabaikan karena sangat memengaruhi akselerasi di tikungan dan fase akhir.
1. Prioritas Aptitude Medium
Pastikan trainee memiliki aptitude Medium minimal A, dan idealnya S. Kamu bisa mencapainya melalui legacy atau inheritance system.
2. Guideline Stamina (Meta 2025–2026)
Tanpa gold recovery: 900–1000 stamina 1 gold recovery: sekitar 800 stamina 2 gold recovery: sekitar 700 stamina
Stamina di bawah 600 sangat berisiko karena kemungkinan besar kehabisan tenaga sebelum garis finish.
3. Fokus Power dan Stamina
Gunakan support card yang memberikan bonus power dan stamina tinggi. Kombinasi Spark 9 Power/Stamina serta pink spark Medium sangat disarankan.
Support seperti Vodka, Mejiro Dober, dan El Condor Pasa sering menjadi pilihan populer.
BACA JUGA:6 Fakta Unik Coachella 2026 Week 2 yang Bikin Kamu Nyesel Gak Nonton
BACA JUGA:Tak Terduga! Billie Eilish Jadi 'Lonely Girl' di Panggung Justin Bieber Coachella 2026
Contoh Komposisi Tim (Open League)
Agar lebih mudah memahami strategi, berikut contoh komposisi tim yang efektif untuk Aries Cup:
1. Front Runner / Pace Chaser Gunakan Kitasan Black, Maruzensky atau Oguri Cap sebagai ujung tombak. Fokus pada skill akselerasi seperti Red Shift dan recovery seperti Gourmand atau Swinging Maestro.
2. End Closer / Late Surger Gold Ship cocok untuk peran ini. Prioritaskan stamina tinggi dan skill akselerasi di tikungan akhir.
3. Debuffer Nice Nature, Symboli Rudolf, atau Grass Wonder bisa menjadi pilihan utama. Tugasnya adalah mengganggu performa lawan agar peluang tim utama semakin besar.
Tips Tambahan Agar Menang Taurus Cup
Selain build dan pemilihan karakter, ada beberapa tips tambahan yang bisa meningkatkan peluang kemenangan:
Timing skill sangat penting: Skill akselerasi di tikungan akhir sering menjadi penentu utama.
Komposisi tim harus seimbang: Jangan hanya fokus pada satu role.