RADAR JABAR - Grey Art Gallery resmi mengumumkan para pemenang Grey Award 2026, ajang pameran dan penghargaan seni rupa kontemporer yang kini memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Mengusung tema “Monochrome as Manifesto”, perhelatan ini menegaskan eksplorasi visual dalam spektrum hitam-putih sebagai pernyataan artistik yang kuat.
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah partisipasi yang mencapai 710 seniman dengan total 931 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh karya melalui proses kuratorial ketat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog), dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery). Dari ratusan karya tersebut, sebanyak 65 karya dari 60 seniman terpilih untuk dipamerkan. Seleksi kemudian berlanjut ke tahap wawancara kuratorial hingga menyisakan 10 finalis terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan kekuatan gagasan, konsistensi visual, hingga potensi pengembangan praktik artistik ke depan. Hasilnya, tiga seniman terbaik berhasil meraih penghargaan utama Grey Award 2026, yakni: ???? GREY AWARD — Fatih Jagad Raya Judul Karya: Dalam Sunyi, Rakyat Mengingat, 2025 ???? BLACK AWARD — M. Aidi Yupri Judul Karya: Layar Berdayun, 2025 ???? WHITE AWARD — Shelvira Alyya Judul Karya: Yang Dilihat Nantinya, 2025 Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada: ???? Gallerist & Collectors Choice Award — Jimbo Judul Karya: Bioluminesensi, 2025 ???? People’s Choice Award — Faisol Nurrohman Judul Karya: Resonansi Dua Realitas, 2025 Lebih dari sekadar kompetisi, Grey Award 2026 menjadi ruang strategis untuk mendukung regenerasi seniman sekaligus membuka akses lebih luas terhadap ekosistem seni rupa. Para finalis mendapat kesempatan memperkenalkan praktik artistik mereka kepada publik, kolektor, hingga institusi seni. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Grey Award 2026 juga menggandeng ArtMoments Jakarta sebagai strategic partner. Kolaborasi ini membuka peluang bagi karya finalis untuk tampil di art fair, sehingga memperluas distribusi dan visibilitas di tingkat nasional. Juri Grey Awards 2026, Wiyu Wahono, menegaskan bahwa kompetisi seni memiliki peran penting dalam perjalanan karier seniman. “Ajang seperti Grey Award penting sebagai pintu bagi seniman untuk keluar dari kerumunan dan mendapatkan visibilitas di medan seni yang lebih luas,” tuturnya. Ia menjelaskan, tema “Monochrome as Manifesto” bukan sekadar pendekatan visual, melainkan sikap artistik yang menantang. “Monokrom kami tempatkan sebagai medan uji, bagaimana visual hitam putih bisa menjadi sikap, pendirian, sekaligus statement dalam berkarya. Ajang ini sebagai ‘batu lompatan’ bagi seniman, terutama mereka yang baru lulus dan belum memiliki nama di pasar seni. Bisa dibilang jarang ya award tentang seni. Buat saya, ini satu batu lompatan. Terutama untuk seniman muda yang baru lulus untuk mencapai publik seni dan para apresiasi,” terangnya. Wiyu juga menyoroti besarnya komitmen penyelenggara dalam menghadirkan ajang ini, termasuk hadiah utama yang mencapai Rp100 juta. Menurutnya, penyelenggaraan art award bukan perkara mudah karena membutuhkan biaya besar dengan potensi balik modal yang kecil. “Kalau galeri hanya berorientasi profit, mereka tidak akan mengadakan award seperti ini. Biayanya sangat besar dan sulit mendapatkan payback, apalagi pesertanya sebagian besar seniman yang belum dikenal,” ujarnya. Ia menambahkan, minimnya ajang penghargaan seni di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, dari pemerintah hanya terdapat satu penghargaan seni rupa, yakni Basuki Abdullah Art Award, sementara kontribusi sektor swasta juga masih terbatas. “Kondisi tersebut, menjadi salah satu alasan mengapa ajang penghargaan seni masih jarang di Indonesia. Padahal, momentum perkembangan seni rupa Indonesia saat ini sedang berada di titik strategis,” jelasnya. Grey Award 2026 diharapkan mampu memperkuat dialog antara seniman, publik, dan pelaku seni, sekaligus membuka jalur baru bagi perkembangan praktik artistik yang berkelanjutan. Bagi masyarakat yang ingin menikmati langsung karya para finalis, pameran Grey Award 2026 masih dapat dikunjungi di Grey Art Gallery, Jalan Braga No. 47, Bandung, setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB (weekday) dan 10.00–22.00 WIB (weekend).Grey Award 2026 Umumkan Seniman Terbaik dari 931 Karya
Minggu 12-04-2026,19:52 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani
Kategori :
Terkait
Minggu 12-04-2026,19:52 WIB
Grey Award 2026 Umumkan Seniman Terbaik dari 931 Karya
Terpopuler
Rabu 30-09-2026,16:00 WIB
Motor Matic Terbaik 2026 untuk Harian hingga Touring, Desain Elegan Mesin Bandel
Rabu 30-09-2026,11:06 WIB
Motor Listrik dengan Jarak Tempuh Jauh 2026, Cek Harga dan Spesifikasinya
Rabu 30-09-2026,20:00 WIB
Daftar HP dengan Kamera Terbaik Rp3 Jutaan, Resolusi 200 MP Cocok Buat Ngevlog
Rabu 30-09-2026,21:00 WIB
Deretan HP Rp5 Jutaan Terbaik 2026 dengan Spek Gahar, Setara Flagship
Rabu 30-09-2026,13:00 WIB
12 Motor dengan Kapasitas Bagasi Luas, Bisa Nampung Banyak Barang hingga 48 Liter
Terkini
Rabu 30-09-2026,22:00 WIB
Cari Motor Listrik Murah dan Awet? Ini 7 Pilihan untuk Dipakai Setiap Hari
Rabu 30-09-2026,21:00 WIB
Deretan HP Rp5 Jutaan Terbaik 2026 dengan Spek Gahar, Setara Flagship
Rabu 30-09-2026,20:59 WIB
Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Perjuangan di Seri Terakhir Kejurnas Motoprix 2026
Rabu 30-09-2026,20:29 WIB
Melesat di Aragon, Ramadhipa Jaga Peluang Tembus Tiga Besar Moto3 Junior
Rabu 30-09-2026,20:00 WIB