RADAR JABAR DISWAY - Jakarta, 1 April 2026 – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat. Komitmen ini dijalankan sebagai salah satu solusi energi mandiri, efisien, dan ramah lingkungan, di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif dan berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia.
BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia. Layanan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi.
"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman, dikutip dari siaran pers yang diterima, pada Rabu (1/4).
BACA JUGA:PGN Perkuat Komitmen terhadap Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan
BACA JUGA:PGN Masuk Daftar Top 50 BigCap PLCs, Bukti Konsistensi dalam Tata Kelola Berintegritas
Pemanfaatan BBG memberikan banyak keuntungan bagi pengguna maupun negara. Dari sisi harga, BBG cenderung lebih ekonomis dan stabil. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG dengan harga Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.
BBG lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon, yang lebih rendah hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM. Dengan begitu, pemanfaatan BBG turut mendukung dalam akselerasi penggunaan energi ramah lingkungan dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.
“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.