RADAR JABAR - Harga bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina resmi tetap stabil mulai 1 April 2026 di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak dunia, sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Melalui Pertamina Patra Niaga, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Keputusan ini merupakan hasil koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta arahan presiden untuk menjaga kondisi ekonomi tetap kondusif.
Selain itu, Pertamina juga menegaskan bahwa isu kenaikan harga Pertamax hingga Rp17.850 per liter yang sempat viral adalah tidak benar. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying karena stok BBM dipastikan aman.
Jenis BBM Pertamina dan FungsinyaSebelum melihat daftar harga, berikut jenis BBM yang tersedia di SPBU Pertamina:
Pertalite (RON 90): Cocok untuk kendaraan harian, lebih hemat dan bersubsidi
Biosolar: Untuk kendaraan diesel seperti truk dan bus, mengandung campuran bio 30%
Pertamax (RON 92): Performa lebih stabil untuk mesin modern
Pertamax Green 95 (RON 95): Lebih ramah lingkungan dengan emisi lebih rendah
Pertamax Turbo (RON 98): Untuk kendaraan dengan performa tinggi
Dexlite (CN 51): Solar nonsubsidi yang efisien
Pertamina Dex (CN 53): Solar premium dengan pembakaran lebih bersih
Harga BBM ini berlaku di SPBU, aplikasi MyPertamina, serta Pertashop.
BACA JUGA:Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan
Daftar Harga BBM di Jawa dan Sekitarnya
Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara memiliki harga paling stabil karena distribusi yang merata.
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Biosolar: Rp6.800/liter
- Pertamax: Rp12.300/liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
- Dexlite: Rp14.200/liter
- Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Daftar Harga BBM di Sumatera
Harga BBM di Sumatera sedikit lebih tinggi karena faktor distribusi: