Kongres ke-43 APTIK Digelar di UNPAR Bandung, Bahas Arah Baru Pendidikan Tinggi Katolik

Jumat 06-03-2026,12:04 WIB
Reporter : Salma Sepina Nurdini
Editor : Salma Sepina Nurdini

“Ini kesempatan bagi kami untuk kembali mengevaluasi diri karena kami adalah perwakilan Katolik yang memiliki nilai-nilai yang ingin kami perkuat kembali,” kata dia.

Rektor UNPAR, Prof. Tri Basuki Joewono menyambut penyelenggaraan kongres di kampusnya. Dia menilai, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Katolik dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

“Sebagai tuan rumah kami menyambut baik karena UNPAR juga menjadi salah satu anggota APTIK yang terlibat sejak awal. Kesempatan ini menjadi ruang untuk merefleksi bagaimana menata langkah kolaborasi agar pelayanan tridarma menjadi lebih bernilai dan berdampak,” ujarnya.

Menurut Tri Basuki, tema kongres sejalan dengan upaya perguruan tinggi Katolik untuk menjawab tantangan pendidikan di tengah berbagai kerentanan sosial.

“Kami ingin bersama-sama menjawab tantangan pendidikan dan mengisi celah yang ada, terutama bagaimana menguatkan peran perguruan tinggi di tengah zaman yang mengalami banyak kerentanan,” kata dia.

BACA JUGA:ADV Rider Bandung Gelar Buka Puasa Bersama 140 Member dan Anak Yatim di Ramadhan 2026

BACA JUGA:Pemkab Bandung Dorong Sertifikasi Tanah Pemda untuk Cegah Kerugian Negara

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres ke-43 Ake-4, Catharina Badra Nawangpalupi, menyampaikan harapannya agar forum tersebut mampu memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Katolik sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta kongres dijadwalkan mengikuti berbagai sesi refleksi serta diskusi yang bertujuan merumuskan sejumlah rekomendasi strategis. Pembahasan tersebut juga mencakup penentuan arah baru organisasi melalui pembaruan rencana strategis Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia

“Harapannya kongres ini semakin mempererat dan mempercepat gerak langkah bersama perguruan tinggi Katolik,” ujarnya.

“Sehingga kualitasnya meningkat dan memberi dampak kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.*

Kategori :