RADAR JABAR, BOGOR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyatakan, bakal memberikan bantuan uang tunai hingga beras pada pasien Tuberculosis.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal tersebut seusai mengadakan pertemuan tentang percepatan eliminasi di Kabupaten Bogor.
Ia menjelaskan, kedatangannya di Kabupaten Bogor untuk melakukan sosialisasi pemberantasan TBC yang dilakukan secara masif.
Selain itu, pemberantasan TBC juga akan dilakukan secara terukur dan melibatkan lintas sektoral berbagai kementerian.
BACA JUGA:Wamenkes: Kalau Bisa Kalian Umur 20-60 Ya Engga Usah Sakit
BACA JUGA:PLN Siapkan 500 Kuota Mudik Gratis 2026, Ini Rute dan Cara Daftarnya
"Jadi nanti bukan hanya ngobatin pasien, tapi pasien yang tidak mampu juga bisa mendapatkan kalau dia masuk dari kriteria tidak mampu desil 1-4 mereka bisa mendapatkan juga tunjangan uang 200 ribu per orang. Terus kalau dia tidak mampu bisa dapat tunjangan beras," kata Benjamin di Gedung Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor, pada Kamis (26/2/2026).
Kemenkes, lanjut dia, memberikan pengobatan 100 persen gratis terhadap pasien dan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarganya. Pemeriksaan tersebut tidak hanya terfokus pada penyakit TBC melainkan diabetes dan hipertensi.
"Kalau ada kita temukan, kita obatin. Kalau ada kelainan jantung, kita obatin," kata dia.
"Jadi dilakukan cek kesehatan gratis selain untuk pemberantasan TB juga penyakit yang menyebabkan pembiayaan sangat besar dan merugikan kita," sambung dia.
BACA JUGA:Dahlan Iskan Dinyatakan Menang Gugatan Lawan Jawa Pos
BACA JUGA:Raih 2 Penghargaan, PLN Icon Plus Lanjutkan Rekam Jejak Prestasi Level Asia
Benjamin menjelaskan, tidak terkendalinya diabetes ataupun hipertensi dalam beberapa tahun dapat mengakibatkan kelainan ginjal yang menyebabkan pasien harus melakukan cuci darah.
"Hari ini orang yang cuci darah di Indonesia 156 ribu. Bayangkan 156 ribu orang cuci darah. Satu kali cuci darah 1 juta. Bayangin ya, per kali cuci darah seminggu 2 kali. Berapa triliun angkanya? Serangan jantung juga sama," ujarnya.
Maka, penurunan cuci darah di Indonesia disebut dapat dilakukan dengan cara mengontrol diabetes hingga hipertensi.