RADAR JABAR - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menekankan peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam upaya peningkatan produksi padi di Kabupaten Bandung.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Temu Penyuluh Pertanian Wilayah Kerja Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Gedung Oryza Sativa, Selasa, 10 Februari 2026.
Melalui edukasi teknologi pertanian yang intensif kepada para petani, ia menargetkan peningkatan produksi padi Kabupaten Bandung dari 327 ribu ton menjadi 400 ribu ton per tahun.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, menjelaskan langkah tersebut untuk mendukung Asta Cita Presiden terkait swasembada pangan, yakni dengan mengoptimalkan potensi 80 ribu hektare lahan pertanian.
BACA JUGA:Peringatan HPN ke-80, Bupati Bandung Kang DS: Tanpa Wartawan Belum Tentu Saya Jadi Bupati
Selain itu, ia juga memastikan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam mendukung sektor pertanian, salah satunya melalui penyelesaian perbaikan 600 titik irigasi pada Februari 2026 guna mengatasi kendala pengairan di lahan tadah hujan.
Meskipun status kepegawaian penyuluh kini telah beralih ke pemerintah pusat, pihaknya memastikan dukungan sarana dan prasarana tetap menjadi prioritas.
“Saya mengharapkan input dari para penyuluh mengenai apa saja yang harus kita intervensi berupa anggaran, sehingga kebutuhan para petani dan penyuluh di lapangan dapat terfasilitasi dengan baik melalui APBD Kabupaten,” ujar Kang DS.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, melaporkan bahwa sebanyak 106 penyuluh yang terdiri dari ASN dan P3K, telah beralih status ke Kementerian Pertanian sejak Januari 2026.
Kemudian, lanjutnya, terdapat 167 Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) yang saat ini mendapatkan dukungan biaya operasional langsung dari kebijakan Bupati Bandung.
Ina Dewi Kania juga mengapresiasi berbagai inovasi Pemkab Bandung yang menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang telah memberikan jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para petani.
Kegiatan Temu Penyuluh Pertanian ini ditutup dengan rencana diskusi teknis lanjutan secara langsung di lokasi lahan pertanian untuk menyerap aspirasi sektor pertanian secara lebih mendalam.
Diharapkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sektor pertanian Kabupaten Bandung semakin maju dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.* (ysp)