Telkom Gandeng Fortinet Perkuat Keamanan Siber Nasional di Tengah Meningkatnya Ancaman Berbasis AI

Sabtu 29-11-2025,08:12 WIB
Reporter : Eneng Suryani
Editor : Eneng Suryani

RADAR JABAR, BANDUNG— Upaya Indonesia memperkuat ketahanan siber kembali mendapat dorongan signifikan. PT Telkom Indonesia resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fortinet®️, perusahaan global yang dikenal sebagai pemimpin keamanan siber berbasis konvergensi jaringan dan keamanan. Kolaborasi ini dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Pullman Bandung Grand Central, Senin (25/11/2025).

Kerja sama ini menandai langkah besar Telkom dalam memperkuat fondasi transformasi digital nasional, sekaligus memanfaatkan rangkaian teknologi dan keahlian Fortinet yang telah diakui dunia. Dengan penyelarasan strategis di tingkat grup, kemitraan ini diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur digital yang lebih aman, efisien, dan mampu menjawab tantangan serangan siber yang semakin kompleks.

Ancaman AI Meningkat, Kebutuhan Keamanan Siber Makin Mendesak

Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap ancaman digital di Indonesia berubah drastis. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga melahirkan generasi baru serangan yang jauh lebih senyap dan sulit dideteksi.

Mengacu pada survei Fortinet–IDC: State of Cybersecurity in APAC, hampir 54 persen organisasi di Indonesia mengaku pernah menghadapi ancaman berbasis AI dalam satu tahun terakhir. Bahkan 36 persen perusahaan melaporkan serangan meningkat hingga tiga kali lipat.

 

BACA JUGA: Telkom Jalin Kemitraan Strategis dengan Fortinet Guna Perkuat Infrastruktur Digital dan Keamanan Siber

 

Serangan tidak hanya meningkat jumlahnya, namun juga pada tingkat kesulitan. Mulai dari deepfake impersonation, AI-assisted credential stuffing, hingga polymorphic malware yang terus beradaptasi.

Ironisnya, hanya 13 persen organisasi yang merasa mampu menanggulangi ancaman tersebut, sementara hampir satu dari lima bahkan tidak memiliki kemampuan mendeteksi serangan secara memadai.

Situasi ini diperparah dengan minimnya tenaga ahli keamanan siber. Banyak organisasi beroperasi dengan rasio kurang dari 1 ahli keamanan untuk setiap 100 karyawan, tanpa fungsi threat hunting maupun SecOps yang memadai

Di tengah kondisi tersebut, Telkom mengambil langkah proaktif untuk memastikan transformasi digital Indonesia tetap berjalan aman.

Sinergi Telkom–Fortinet: Bangun Infrastruktur Aman dan Skalabel

Melalui MoU ini, Fortinet akan memperkuat transformasi digital Telkom lewat solusi keamanan terintegrasi berbasis platform, serta mendorong inovasi di sektor IoT, cloud, hingga infrastruktur digital kritikal. Kolaborasi ini menggabungkan portofolio Fortinet—mulai dari next-generation firewall, SASE, switch, hingga access point—dengan layanan Telkom yang memiliki jangkauan luas di Indonesia.

Tujuannya yaitu menghadirkan solusi keamanan komprehensif yang siap pakai, skalabel, serta dapat diadopsi oleh berbagai sektor strategis seperti pemerintahan, layanan keuangan, telekomunikasi, hingga perusahaan skala besar.

Kategori :