Manfaatkan Mobile JKN, Anjuni Tetap Terlayani Meski Pindah Domisili

Jumat 29-08-2025,10:18 WIB
Reporter : Cucun siti Maryam
Editor : Cucun siti Maryam

“Saya awalnya sempat khawatir, takut harus bayar ini-itu. Tapi ternyata seluruh prosesnya gratis, bahkan termasuk kacamata. Saya benar-benar bersyukur karena tidak mengeluarkan biaya sepeserpun,” ujar Anjuni.

Tak hanya pelayanan di faskes, Anjuni juga merasakan kemudahan berkat aplikasi Mobile JKN. Ia menggunakannya untuk antrean FKTP maupun saat akan ke rumah sakit rujukan. Fitur ini sangat membantunya dalam menghemat waktu dan menghindari kerumunan.

“Setelah saya mengenal Mobile JKN, sekarang ambil antrean FKTP dan rumah sakit rujukan langsung lewat Mobile JKN aja. Jadi saya tidak perlu datang pagi-pagi atau menunggu terlalu lama di lokasi” tuturnya.

Setelah pindah domisili ke Sukabumi, Anjuni harus mengganti FKTP. Proses ini juga ia lakukan melalui Mobile JKN dengan cepat dan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.

“Saya pindah domisili, jadi perlu ganti FKTP. Semuanya saya lakukan dari aplikasi Mobile JKN. Cuma butuh beberapa langkah saja dan prosesnya cepat tanpa ribet,” tambahnya.

Anjuni juga menceritakan, saat usianya menginjak 21 tahun, status kepesertaannya berubah dari tanggungan orang tua menjadi peserta mandiri. Anjuni memanfaatkan kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa) di nomor 0811-8-165-165 untuk mengurus perubahan ini dan prosesnya menurutnya sangat praktis.

“Saya sempat bingung saat tahu saya harus pindah ke peserta mandiri. Tapi teman menyarankan pakai Pandawa. Ternyata mudah, saya hanya perlu kirim dokumen dan data, lalu semuanya diproses tanpa harus ke kantor,” jelasnya.

Kini, Anjuni merasa jauh lebih mandiri dalam mengelola kepesertaannya. Ia memuji transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan karena membuat semua urusan lebih cepat dan efisien.

“Aplikasi Mobile JKN dan layanan seperti Pandawa sangat membantu saya. Semuanya bisa diakses dari HP, tanpa harus antre di kantor. Saya merasa lebih tenang karena semua informasi ada di tangan saya,” katanya antusias.

Sebagai peserta aktif, Anjuni berharap agar BPJS Kesehatan terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menekankan pentingnya pemerataan layanan dan perlakuan setara bagi semua peserta.

“Saya berharap tidak ada diskriminasi terhadap peserta JKN. Semua pasien harus diperlakukan sama baiknya, entah pasien umum atau JKN. Kalau pelayanannya adil dan cepat, masyarakat pasti lebih percaya,” ungkapnya.

Bagi Anjuni, pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa program JKN sangat relevan dan penting, terutama bagi generasi muda yang aktif bekerja dan sering berpindah domisili. Teknologi yang dimiliki BPJS Kesehatan juga menjawab kebutuhan zaman.

“Dengan JKN, saya merasa tenang karena tahu kesehatan saya terlindungi. Mau tinggal di mana pun, saya tetap bisa akses layanan. Dan yang paling penting, semuanya bisa diurus dari HP,” tutupnya sambil tersenyum.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Sawal Sani Tarigan turut menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk aktif menggunakan Mobile JKN untuk keperluan layanan administrasi maupun layanan Kesehatan.

“Saya himbau kepada seluruh masyarakat untuk aktif menggunakan aplikasi Mobile JKN dalam mengakses layanan kesehatan maupun layanan administrasi, karena sudah tersedia berbagai fitur yang dapat membantu masyarakat, seperti halnya yang telah Anjuni rasakan, berbagai kemudahan yang Ia dapatkan dengan mengakses satu genggaman melalui Aplikasi Mobile JKN.” jelas Sawal. 

Kategori :