McDonald’s Indonesia Berikan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Petani Lokal di Jawa Barat

Rabu 26-02-2025,21:14 WIB
Reporter : Wanda Novi
Editor : Wanda Novi

"Jadi setelah kalau tadi kan sudah lihat ya pas panen disini langsung ada bonggolnya kita bilangnya kepala salatnya ya nanti setelah dari sini diangkut pak ke tempat processing kita bilang Itu kayak, apa namanya, kayak pabrik Nah disitu nanti lettuce-nya akan dipotong-potong Di saat ini kita punya pabrik itu di daerah Cianjur. Cianjur, dan nanti disana setelah masuk kesana dia akan dipotong, dicuci lagi, kemudian divakum supaya dia lebih awet, setelah itu baru langsung dibawa ke restoran-restoran McDonald di seluruh Indonesia," jelasnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cilandak, Jakarta Selatan M.Izudin menyampaikan apresiasinya kepada McDonald's Indonesia sudah melindungi seluruh karyawan nya, dari mulai kantoran, sampai dengan mitra-mitra petani, karena McDonald's Indonesia adalah salah satu perusahaan cepat saji yang pertama melindungi para petaninya.

"Apresiasi kepada McDonald Indonesia yang sudah melindungi seluruh karyawannya dari, Mulai yang formal, yang di kantoran, sampai dengan mitra-mitranya petani. Jadi, kenapa saya apresiasi? Karena pertama di Indonesia perusahaan cepat saji, hanya McDonald's Indonesia yang baru melindungi para petaninya. Jadi, kita apresiasi sekali lagi atas kepedulian dari McDonald's Indonesia terhadap bukan hanya kepada karyawan, tapi juga mitranya," tambahnya.

Owner PT.Harti Agro Marko (Champ) Titin Martinah mengatakan merasa senang karena para petani selalu khawatir jika belum ada jaminan, dengan adanya perlindungan bagi para petani, Titin merasa aman karena ada yang menjamin.

"Ya kalau saya sangat senang karena petani itu emang sih suka mengkhawatirkan ya kalau misalkan gak ada jaminan yang seperti ini itu kan, dulu gak tau kan ya ada ya namanya musibah kita gak tau ya. Jadi dengan adanya ini jadi merasa aman gitu ada yang menjamin jadi ada yang melindungi," ucapnya.

Kata Titin, di PT.Champ memang yang utama itu adalah kentang, namun ketika kerjasama dengan McDonald's akhirnya budidaya sayuran Lettuce (Selada), McDonald's sendiri memberikan pengarahan serta mengedukasi para petani tentang bagaimana menjadi petani yang baik, seperti pengolahan, resiko, itu semua dipikirkan. 

"Kalau saya mah ada dua, ada kentang, itu ya yang bisnis utama di camp itu adalah kentang. Yang kedua, kita kerjasama dengan McDonald's, kita budidaya sayuran. Jadi lettuce (Selada) itu, kita tidak hanya diminta untuk produksi, tapi kalau dengan McDonald itu, mereka itu selalu mengedukasi kita. Jadi mengasih pengarahan bagaimana menjadi petani yang baik, seperti yang tadi ya ada pengolahan, ada resikonya, itu semua dipikirkan. Kalau andai saja ya digarut, nggak digarut di seluruh Indonesia ada yang membina seperti McDonald, mungkin petani akan maju," kata Titin.

Selain itu, kata Titin karena dengan kebutuhan dari McDonald's sendiri para petani menanam Lettuce itu setiap hari, dan panan juga setiap hari, namun karena agar lebih efektif biasanya perminggu 2 kali, hasil panen yang didapat biasanya 2 ton.

"Karena kebutuhannya itu kita nanam setiap hari, jadi panennya setiap hari, tapi kita dibikin aja per minggu gitu. Jadi perminggu dua kali, biasanya dua ton," tambahnya.

Titin juga berharap, dengan adanya perlindungan bagi petani ini merasa nyaman, karena ketika petani nyaman kerjanya pasti lancar.

"Ya harapannya petani merasa nyaman dengan adanya ini, dengan adanya perlindungan tadi yang diberikan sama McDonald's tu, sama ketenagakerjaan, jadi saya juga kalau petanu nyaman kan kerjanya lancar gitu, kita juga lancar gitu," tutupnya. (rza/Bbr)

Kategori :