RADAR JABAR- Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama pengembangan ekonomi biru dengan Zanzibar di sela Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.
"Kita harus mengembangkan industri pengolahan sebagai salah satu strategi menuju hilirisasi hasil kelautan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa. Menurut dia, salah satu langkah konkret dari upaya mendorong kerja sama itu yakni di bidang manufaktur berbasis kelautan yang memberikan nilai tambah pada hasil perikanan dan kelautan. Dia menjelaskan Indonesia menjadi produsen hasil laut terbesar kedua di dunia setelah China dengan beberapa sumber daya kelautan seperti ikan, garam, rumput laut memiliki potensi besar untuk diolah lebih lanjut guna meningkatkan nilai tambah. Ada pun perikanan Indonesia menyumbang sekitar 32,11 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2022, dengan pangsa sebesar 2,6 persen terhadap PDB di tanah air. Selain bidang manufaktur kelautan, ada juga potensi kerja sama bidang pariwisata berbasis pesisir yang dapat dikembangkan kedua negara yang sama-sama negara kepulauan. Dengan mempromosikan pariwisata bahari, lanjut dia, nilai ekonomi masyarakat pesisir akan meningkat, kemudian diikuti pendapatan pemerintah meningkat, industri lokal meningkat, lapangan pekerjaan meningkat, dan pasar untuk produk lokal juga ditargetkan meningkat. Pada 2022, pariwisata bahari mulai pulih dari dampak pandemi COVID-19 dan jumlah wisatawan mancanegara meningkat menjadi 5,47 juta dan pada 2023, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 11,6 juta. "Dalam hal ini, kami harus meningkatkan kerja sama pariwisata pesisir dan laut seperti membangun pulau saudara atau sister's island dengan Bali dan hub pariwisata maritim," ucapnya. Luhut menambahkan pemerintah Indonesia juga menawarkan kerja sama di bidang bioteknologi dan bioekonomi dengan pemerintah negara di pesisir timur benua Afrika tersebut. Ada pun pasar bioteknologi kelautan global diperkirakan memiliki nilai 5,9 miliar dolar AS pada 2022 dan diperkirakan meningkat pada 2032 menjadi 11,7 miliar dolar AS. "Indonesia menghadirkan peluang besar bagi pengembangan sektor bioteknologi kelautan," tambah Menko Luhut. Sebelumnya, Menko Luhut menemui Presiden Zanzibar Hussein Mwinyi dalam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi Pihak dan Forum Indonesia-Afrika ke-2 di Bali pada Senin (02/09).Indonesia Menjajaki Kerja Sama Ekonomi Biru Dengan Zanzibar
Selasa 03-09-2024,10:48 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani
Kategori :
Terkait
Selasa 03-09-2024,10:48 WIB
Indonesia Menjajaki Kerja Sama Ekonomi Biru Dengan Zanzibar
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,21:14 WIB
8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Jateng, 64 Persen Sudah Beroperasi
Rabu 28-10-2026,15:08 WIB
Sekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online
Rabu 28-10-2026,18:35 WIB
Daftar Bacaket PWI Kabupaten Bandung, Rustandi Usung Persatuan dan Siapkan 7 Program
Kamis 29-10-2026,03:51 WIB
MILAT Tour 2026 di Bandung, TNI Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Negara Sahabat
Rabu 28-10-2026,19:09 WIB
Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Berbagi Resep Kepemimpinan
Terkini
Kamis 29-10-2026,14:47 WIB
OJK Setujui Merger Tiga BPR, Arthaguna Mandiri Perkuat Bisnis
Kamis 29-10-2026,14:22 WIB
Temuan Dana BOS SMPN 2 Ngamprah, Mantan Kepala Sekolah Ditagih Rp159 Juta
Kamis 29-10-2026,13:00 WIB
HUT KE-23 Mitra Plumbon Healthcare Group: Groundbreaking Gedung Eksekutif dan Bedah Jantung Terbuka Pertama
Kamis 29-10-2026,10:49 WIB
YBM BRILiaN Region 9 Bandung & Lokadesa: Salurkan 350 Paket Sembako Menjangkau 5 Wilayah Jawa Barat
Kamis 29-10-2026,10:25 WIB