Apasih yang Menyebabkan Angin Puting Beliung Terjadi? Simak Ciri-ciri dan Dampaknya

Kamis 22-02-2024,11:04 WIB
Reporter : Eka Nuryanti Dewi
Editor : Eka Nuryanti Dewi

RADAR JABAR - Penyebab terjadinya angin putih beliung dapat dipicu oleh faktor alam. Angin puting beliung merupakan pusaran angin kencang dengan kecepatan 120 km/jam atau lebih. Kejadian bencana alam ini sering terjadi pada masa peralihan musim.

Mengetahui penyebab terjadinya angin puting beliung menjadi krusial untuk mencegah korban jiwa. Sebab, puting beliung merupakan bencana alam yang sulit diprediksi, umumnya terjadi dalam skala lokal, dan dapat menyebabkan kerusakan pada rumah serta pohon tumbang, merugikan masyarakat yang terdampak. Pemahaman mengenai penyebab dan tanda-tanda angin puting beliung dapat membuat kita siaga ketika fenomena ini terjadi.

Berikut adalah apa saja yang mengenai penyebab dan tanda-tanda angin puting beliung yang telah dihimpun dari berbagai sumber:

 

Apa Itu Angin Puting Beliung?

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, memiliki pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit). Kejadian ini sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.

Angin puting beliung yang berasal dari lautan dapat menciptakan gelombang besar (badai) dengan memadukan air laut di bawahnya, terutama di pusat badai mata angin yang bertekanan rendah. Kubah air ini bisa menyebabkan banjir ketika angin badai menghantam daratan.

 

BACA JUGA:Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

 

Penyebab Angin Puting Beliung

Angin puting beliung terjadi karena tekanan dalam suatu sistem cuaca, khususnya pada musim peralihan atau pancaroba musim kemarau. Kejadian ini seringkali terjadi pada siang hari, saat suhu tinggi dan pengap, yang memicu arus udara naik dengan tekanan yang cukup kuat. Arus udara ini kemudian membentuk pusaran yang berputar dan semakin kuat, membentuk siklon.

Proses ini melibatkan perbedaan suhu antara udara dingin dan panas di dalam awan. Pada tahap ini, udara dingin yang naik menyebabkan hujan tertahan oleh udara yang bergerak ke atas.

Namun, ketika titik-titik air tidak lagi tertahan, hujan turun dan membawa arus udara turun. Gesekan antara arus udara yang naik dan turun menciptakan suhu dingin di sekitarnya dan menyebabkan terbentuknya arus udara yang berputar, membentuk angin puting beliung.

Kecepatan angin yang dihasilkan dapat mencapai lebih dari 63 kilometer per jam. Biasanya, angin puting beliung disertai dengan hujan deras. Kejadian ini bersifat singkat, umumnya berlangsung sekitar 5 menit, namun dapat mengakibatkan kerusakan serius dan bahkan menimbulkan korban jiwa.

 

Ciri-ciri Angin Puting Beliung

Agar dapat waspada dan siaga, penting untuk mengenali ciri-ciri angin puting beliung:

  1. Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
  2. Awalnya, tampak awan cumulus (putih dan bergerombol), dengan satu jenis awan abu-abu menjulang tinggi yang tampak seperti bunga kol.
  3. Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi hitam pekat (awan cumulonimbus).
  4. Angin kencang meniup ranting dan daun dengan suara bergemuruh, menjadi tanda jelang datangnya angin beliung.
  5. Durasi pembentukan awan hingga menghilang umumnya sekitar 1 jam.
  6. Sering terjadi pada siang hari, khususnya antara pukul 13.00 hingga 17.00.
  7. Terjadi tiba-tiba dan berlangsung selama 3-5 menit di area lokal.
  8. Muncul sambaran petir meskipun tidak ada hujan, dapat menandakan hujan lebat dengan petir dan angin kencang.
  9. Udara terasa dingin, terutama ketika langit mendung dan pepohonan bergoyang karena angin kencang.
Kategori :