Rekayasa Lalu Lintas Selama Jalan Otista Bogor Ditutup, Simak Rutenya!

Rabu 26-04-2023,00:18 WIB
Reporter : Yudha Prananda
Editor : Erwin Mintara

RADARJABAR.ID - Sejumlah rekayasa lalulintas akan diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota pada saat dimulainya proyek revitalisasi Jembatan Otista di Jalan Otto Iskandardinata mulai 1 Mei 2023 mendatang.

Nantinya ruas jalan yang berada tak jauh dari Exit Tol Bogor Baranangsiang itu akan ditutup total, sehingga kendaraan dari arah Tugu Kujang tidak bisa melintasi jembatan menuju arah Lawang Suryakencana. 

"Jadi hari Senin, 1 Mei 2023 ini mulai ditutup, akan dikerjakan oleh kontraktor dan ditargetkan selesai di tanggal 8 Desember 2023, dan penting kepada warga Bogor semua untuk menyesuaikan selama jembatan Otista ini ditutup, maka akan ada pengalihan arus lalu lintas," kata Wali Kota Bogor Bima Arya dikutip Selasa, 25 April 2023.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyampaikan, pihak kepolisian siap untuk mengamankan program dari pemerintah kota untuk melakukan rekayasa lalulintas yang akan diberlakukan pada beberapa titik.

Dirinya membeberkan, pengalihan rute arus lalulintas diberlakukan untuk seluruh kendaraan dari arah keluar Tol Bogor di Terminal Baranangsiang yang akan menuju Jalan Suryakencana atau kawasan Simpang Mal BTM di Jalan Ir H Djuanda nantinya diarahkan untuk belok ke kiri menuju arah Bundaran Sukasari.

Setelah itu, kemudian pengendara bisa belok kanan mengarah ke Jalan Siliwangi belok kiri di seberang PDAM ke arah Jalan Lawang Gintung, kemudian bisa lurus menuju Jalan Pahlawan menuju kawasan Empang, Mal BTM hingga mengarah ke Balai Kota Bogor. 

"Atau belok ke kanan menuju Jalan Batutulis (NV Sidik/ Simpang Ahoy), kemudian belok ke kiri ke arah Jalan Suryakencana (yang akan dibuat satu jalur ke arah Kebun Raya Bogor) atau belok kanan kembali ke Sukasari atau Jalan Pajajaran," paparnya.

"Jadi untuk Simpang Ahoy yang semula tidak aktif itu diaktifkan kembali. Jadi kendaraan itu bisa kekiri dan ke kanan ya," imbuhnya.

Selain itu, kendaraan dari arah keluar Tol Bogor di Terminal Baranangsiang juga bisa belok ke kanan menuju arah Tugu Kujang lurus menuju Jalan Pajajaran arah Poliklinik Afiat, PMI mengarah ke Rumah Sakit Siloam hingga ke arah Simpang Lodaya, Simpang Bantarjati, Simpang Plaza Jambu Dua menuju Jalan KS Tubun.

"Jadi nanti di Simpang Tugu Kujang itu lampu merahnya akan diaktifkan kembali menuju arah PMI, kemudian di Simpang RS PMI tetap bisa keluar masuk. Kemudian di RS Siloam itu ada Jalan Malabar 1 dan Malabar 2. Nah Jalan Malabar 1 yang semula keluar dibikin masuk dan Malabar 2 yang semula masuk menjadi keluar ya," terangnya.

Disisi lain, sambung dia, untuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pemuda, kemudian Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Jalak Harupat semua normal atau tidak ada pengalihan arus kendaraan.

"Peralatan pengalihan arus ini nanti ada seperti barrier yang kita perlukan, traffic con kita perlukan, rambu penunjuk arah dan sosialisasi masif akan terus kita lakukan," sebutnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menambahkan, arus lalu lintas di jalan Kota Bogor tidak ada perubahan secara signifikan.

"Jadi yang lebih banyak perubahan di Jalan Pajajaran dan Suryakancana," singkatnya.

Diketahui, pembangunan jembatan Otista itu bersumber dari dana bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat dengan nilai Rp 49.066.819.311.00 tahun anggaran 2023 yang sudah dilelang dan dimenangkan oleh PT Mina Fajar Abadi dengan masa kerja 235 hari kalender.

Tags :
Kategori :

Terkait