Tarik Minat Anak-anak, Museum KAA Bersiap dengan Konten Sejarah Menarik

Minggu 24-07-2022,20:04 WIB
Reporter : Muhammad Nizar
Editor : Arip Apandi

Penyedia konten sejarah perlu berbenah. Terlebih pada era saat ini, banjir informasi dari berbagai sumber, tak terkira jumlahnya. Museum pun berada di titik paling krusial.

Muhamad Nizar, Jabar Ekspres

 

Melihat hal tersebut, Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) tengah berupaya untuk menumbuhkan minat masyarakat berkunjung. Baik itu orang dewasa maupun anak-anak.

Bertepatan pada Hari Anak Nasional, Sabtu (23/7) kemarin, sekaligus menjadi puncak dari acara peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-67, Museum KAA meluncurkan komik dan maskot 'Keluarga Abah Ambu' di Ruang Utama Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung.

Momen tersebut dimanfaatkan dengan baik. Museum KAA benar-benar ingin menyegarkan kembali kunjungan generasi muda. Nantinya, mereka tak perlu lagi menunggu agenda karya wisata sekolah. Namun, kemauan sendiri. Lantaran konten sejarah yang ditampilkan bakal menarik.

Kepala Museum KAA, Dahlia Kusuma Dewi menceritakan, Keluarga Abah Ambu ialah personifikasi keluarga bangsa Asia dan Afrika. Hal ini tampak dari sosok kedua pasangan itu. Abah berkulit agak gelap, sementara Ambu sebaliknya. Memiliki latar belakang yang berbeda.

Akan tetapi, dengan perbedaan tersebut, Abah dan Ambu menyatu dalam keluarga yang bahagia. Lalu, keduanya pun memiliki dua orang cucu, yaitu Eneng dan Ujang. Mereka ialah anak-anak yang senang belajar serta mencintai ilmu sejarah.

Lantas, komik menyoal Keluarga Abah dan Ambu ini pun tak ubahnya representasi semangat kekeluargaan, kebersamaan, kehidupan dari generasi ke generasi. Sejalan dengan nilai-nilai Konferensi Asia-Afrika.

Di mana KAA, melambangkan kebersamaan bangsa Asia-Afrika untuk menjadi dua benua yang maju. Sarat solidaritas dan kebersamaan untuk satu tujuan besar. Kemajuan perdamaian dunia.

"Intinya kami ingin melibatkan peran generasi muda. Untuk semakin mendekatkan tentang sejarah. Khususnya KAA ke generasi muda," ungkapnya kepada Jabar Ekspres di sela-sela acara, Sabtu (23/7).

Dia menilai bahwa dengan meluncurkan komik dan maskot, kedua medium ini diharapkan bisa mendekatkan sejarah dengan masyarakat. "Mengenalkan sejarah KAA yang begitu penting, untuk generasi muda."

Komik yang saat ini diterbitkan Museum KAA, tersedia 10 episode dengan masing-masing satu jilid per 5 episode. Cerita mengenai sang keempat maskot; Abah, Ambu, Eneng, dan Ujang.

Kendati telah tersedia, beber Dahlia, sementara waktu, komik ini  tidak diperjualbelikan. "Saat ini mencetak untuk keperluan edukasi," kata Dahlia, "Mungkin nanti kami akan berkoordinasi dengan Sahabat Museum KAA."

"(Namun) ke depannya, diharapkan bisa tersebar luas ke masyarakat untuk lebih memperkenalkan KAA dalam bentuk yang lebih menarik," imbuhnya.

Selain meluncurkan dan memperkenalkan komik serta maskot, Museum KAA pun dalam waktu dekat sedang berinisiasi dengan institusi pendidikan di Kota Bandung.

Dahlia melanjutkan, rencananya, mereka berupaya merancang medium-medium atau media lain, sebagai wadah untuk konten sejarah yang menarik. Sasaran, tentu, generasi muda.

Kategori :