Ternyata Tidur dengan Lampu Menyala, Membuat Berat Badan Naik, Begi Ahli menjelaskan

Minggu 24-07-2022,10:50 WIB
Reporter : Jabar Ekspres
Editor : Rita ariyanti

Jika terbiasa tidur dengan lampu menyala, sepertinya harus segera mengubah kebiasaan ini. Pasalnya dari hasil penelitian terakhir menyebutkan, tidur dengan lampu menyala bisa membuat berat badan naik.

Menurut sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan, tidur dengan lampu yang masih menyala bisa meningkatkan risiko peningkatan berat badan terutama pada wanita.

Temuan studi ini tentunya menarik untuk disimak, mengingat kebanyakan wanita menaruh perhatian lebih banyak soal berat badan.

National Institutes of Health melakukan survei terhadap lebih dari 40 ribu wanita dengan kriteria: berusia 35-74 tahun, dalam kondisi sehat, tidak bekerja dengan sistem shift, tidak terbiasa tidur pada siang hari, dan tidak sedang hamil.

Studi yang dipublikasikan di jurnal kesehatan “JAMA Internal Medicine” tersebut membagi partisipan wanita menjadi empat kelompok, yaitu: kelompok yang tidur tanpa cahaya lampu sama sekali, kelompok yang tidur dengan cahaya lampu tidur minimal, kelompok yang tidur dengan lampu menyala di luar kamar, dan kelompok yang tidur dengan lampu dan/atau televisi menyala di dalam kamar.

Selain melakukan wawancara mengenai kebiasaan tidur partisipan, para peneliti yang terlibat dalam studi tersebut juga mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar pinggul, dan indeks massa tubuh untuk diikuti selama 5 tahun ke depan.

Setelah 5 tahun, para peneliti yang dikepalai oleh Dr. Yong-Moon Park menemukan bahwa wanita yang tidur dengan lampu dan/atau televisi yang menyala di dalam kamar (bukan lampu tidur kecil) 17 persen lebih berisiko mengalami peningkatan berat badan sebesar 5 kilogram atau lebih.

Mereka juga memiliki risiko 22 persen lebih besar untuk menjadi overweight (gemuk) dan 33 persen untuk menjadi obesitas.

Para peneliti menduga bahwa paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dan proses biologis di dalam tubuh manusia.

Saat tidur, hormon melatonin diproduksi dengan lebih baik dalam lingkungan yang gelap. Selain itu, keseimbangan hormon lainnya yang bertugas dalam fungsi pengaturan lapar dan kenyang juga dikhawatirkan dapat terganggu.

Apabila pengaturan lapar dan kenyang tidak berfungsi secara semestinya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk makan dalam porsi yang berlebihan, sehingga berat badan pun jadi meningkat.

Hasil studi tersebut juga didukung oleh studi sebelumnya, yang menemukan bahwa paparan cahaya dari gawai atau televisi dalam waktu 1 jam sebelum tidur dapat membuat penggunanya jadi susah tidur.

Saat seseorang sulit tidur sehingga sering begadang, maka ia pun akan lebih mudah untuk lapar dan tergoda untuk ngemil pada malam hari.

Padahal, kebiasaan tersebut sangat berisiko meningkatkan berat badan, karena Anda sudah tak ada lagi aktivitas. Akibatnya, kalori dari makanan tersebut akan ditimbun menjadi kelebihan lemak di tubuh.(klikdokter)

 

Kategori :