Radarjabar.disway.id — Iwan Fals adalah musisi legendaris Indonesia yang mempunyai banyak karya hebat.
Lagu-lagu yang ia tulis seakan-akan tak lekang oleh zaman. Bahkan, beberapa lagu yang ia tulis masih relevan di zaman sekarang. Karir Iwan Fals bisa dikatakan mencapai puncaknya pada era pergolakan Indonesia '98. Saat itu, pergolakan politik sangat keras. Demonstrasi masif, protes politik, dan aksi-aksi kecaman keras terhadap Orde Baru. Iwan Fals hidup di zaman itu. Latar belakang keadaan sosio-politik itu kemudian sangat mempengaruhi proses kreatif Iwan Fals dalam menciptakan lagu. Tentu saja Iwan Fals berada di barisan para penentang kekuasaan pada saat itu. Kendati demikian, ia mempunyai caranya sendiri dalam menyuarakan protes atas degradasi rezim pada saat itu. Lewat lagu ia bersuara. Lagu-lagu Iwan Fals memancarkan pengamatan dirinya atas kondisi sosio-politik di sekitar. Dengan kata lain, lagu-lagu Iwan Fals adalah hasil olah refleksi dirinya terhadap keadaan di sekitar. Berikut ini merupakan 5 lagu politik Iwan Fals tentang Protes Keadaan Sosial: 1. "Jangan Bicara" "Jangan Bicara" merupakan salah satu lagu dalam kumpulan album Barang Antik yang dirilis pada 1984. Lagu ini menyajikan suatu protes atas kondisi sosio-politik. Ia mempunyai lirik-lirik yang memuat kritik tajam atas kehidupan yang timpang. Di sana tampak sang penggubah syair menyentil kalangan-kalangan tertentu yang menutup mata atas realitas di sekitar yang sengsara. 2. "Siang Seberang Istana" "Siang Seberang Istana" adalah salah satu lagu dari album Sugali yang juga dirilis pada 1984. Lagu ini merupakan playlist wajib bagi mereka para pecinta musisi bernama lengkap Virgiawan Listanto ini. Lagu ini mempunyai syair yang menggetarkan dada. Di samping nada minor sepanjang lagu, lagu ini mengisahkan keterlantaran "seorang anak kecil" yang mesti bergulat dengan kehidupan jalanan. Tampak si penggubah lagu ini tidak bisa menerima realitas seperti ini. Bukan hanya karena seorang anak kecil yang mesti "tertidur berbantal sebelah lengan", namun karena mereka yang berada di dalam "istana" itu tidak peduli pada keadaan memilukan ini. 3. "Negara" "Negara" merupakan lagu dari kumpulan album 50:50 yang terbit kali pertama pada 2007. Lagu ini tentu kalah populer dari lagu-lagu lain miliknya. Kendati demikian, lagu ini mempunyai semangat protes yang menggairahkan dari maha karyanya yang lain. Lagu ini menampilkan lirik yang sangat jelas dalam menyentil manuver-manuver kekuasaan yang tidak pro pada rakyat. Dalam lagu ini tampak si penggubah menyampaikan tuntutan-tuntutan agar kehidupan negara menjadi lebih baik. 4. "Besar dan Kecil" "Besar dan Kecil" merupakan lagu dari album Belum Ada Judul yang dirilis pada 1992. Dalam lagu ini, suara protes terdengar melengking di telinga. "Besar" adalah mereka yang mempunyai kekuasaan, adalah mereka yang kaum kaya. Sementara itu "kecil" adalah mereka para kaum marjinal, adalah mereka kaum tertindas, adalah mereka kaum papa. Dalam lagu ini, si penggubah syair menyuarakan protesnya atas ketimpangan hubungan antara si "Besar" dan si "Kecil" ini. 5. "Dan Orde Paling Baru" "Dan Orde Paling Baru" adalah lagu dari album Manusia Setengah Dewa yang dirilis pada 2004. Lagu ini merupakan lagu protes yang sangat keras di antara lagu-lagu lain miliknya. Alasannya, alih-alih setelah lepas dari rezim Orde Baru, kehidupan justru dicengkeram oleh Orde Paling Baru. Zaman Orde Paling Baru, menurut si penulis lagu ini, adalah zaman di mana korupsi, degradasi kepemimpinan, pengangguran, kemiskinan, hancurnya sistem pendidikan, dsb., merebak. Si penulis lagu percaya bahwa kehidupan tak lebih baik ketika bebas dari Orde Baru, namun bahkan menjadi lebih buruk. Demikianlah 5 Lagu Politik Iwan fals tentang protes keadaan sosial. Semangat protesnya ini membuat lagu-lagu miliknya tak habis digerus zaman. Pasalnya, lagu-lagu tersebut tetap relevan di zaman sekarang.5 Lagu Politik Iwan Fals tentang Protes Keadaan Sosial
Rabu 22-06-2022,17:40 WIB
Reporter : Arip Apandi
Editor : Arip Apandi
Kategori :
Terkait
Selasa 14-01-2025,16:55 WIB
Menlu Ingin Melakukan Perbaikan pada Gedung Merdeka Bandung
Selasa 07-01-2025,19:11 WIB
Sejak 2017, Program PTSL Sukses Daftarkan 74,9 Juta Bidang Tanah di Indonesia
Selasa 07-01-2025,11:51 WIB
Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS, Peluang Besar untuk Ekonomi dan Investasi
Minggu 05-01-2025,13:27 WIB
Simak 7 Tanjakan Ekstrem di Indonesia yang Penuh Tantangan, Salah Satunya Tanjakan Emen!
Minggu 05-01-2025,11:50 WIB
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan dan Potensi Petir di Berbagai Kota di Indonesia
Terpopuler
Senin 20-01-2025,10:58 WIB
Heboh Pegawai Kemendikti Sebut Menteri Satryo Sering Kasar dan Bawa Keluarga dalam Urusan Pekerjaan
Senin 20-01-2025,08:24 WIB
Pemkab Subang & Pemprov Jabar Gerak Cepat Tinjau Tambang Ilegal Pasca Sidak Dedi Mulyadi
Senin 20-01-2025,09:51 WIB
Lebih dari 550 Truk Bantuan Memasuki Gaza pasca Gencatan Senjatu Berlaku
Senin 20-01-2025,10:08 WIB
Kunjungan Kerja ke Sumedang, Prabowo Resmikan 26 Pembangkit Listrik Baru di 18 Provinsi
Senin 20-01-2025,13:57 WIB
Ungkap Penambangan Emas Ilegal di Kutawaringin, Polresta Bandung Ringkus 7 Pelaku
Terkini
Senin 20-01-2025,21:14 WIB
Tersangka Kasus Pembunuhan Satpam Rental Mobil Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup
Senin 20-01-2025,20:59 WIB
Bupati Bandung Kang DS: Dispusip Harus Terus Berikan Edukasi Kepada Masyarakat
Senin 20-01-2025,20:57 WIB
Kedapatan Bawa Sajam Saat Peras Pemilik Sepeda Motor, Puluhan Debt Collector Diamankan Polresta Bandung
Senin 20-01-2025,19:58 WIB
Ini Motif Anak Pemilik Rental Mobil Bunuh Satpam
Senin 20-01-2025,19:52 WIB