Indonesia Desak Investigasi Transparan atas Gugurnya Pasukan Perdamaian UNIFIL

Indonesia Desak Investigasi Transparan atas Gugurnya Pasukan Perdamaian UNIFIL

Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). --ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa

RADAR JABAR - Indonesia meminta digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta mendorong dilakukannya penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan terbuka terkait meninggalnya anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia.

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan melalui akun resmi Menteri Luar Negeri RI di platform X, Menteri Luar Negeri Sugiono diketahui telah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (30/3) untuk membahas insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, Sugiono menegaskan pentingnya penyelidikan yang dilakukan secara cepat, komprehensif, dan transparan. Ia juga menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menyebabkan korban jiwa tersebut, sekaligus menekankan bahwa keamanan personel penjaga perdamaian PBB merupakan hal yang tidak bisa ditawar dan harus selalu dijaga.

"Kami menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan," ujarnya.

BACA JUGA:Australia Pangkas Pajak BBM Sementara untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Energi

BACA JUGA:Iran Izinkan Kapal Pakistan Lewati Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Selain itu, Indonesia menyampaikan apresiasi atas simpati dan belasungkawa yang diberikan oleh Guterres, serta komitmen PBB untuk menjalin kerja sama erat dengan Indonesia terkait keberadaan pasukan UNIFIL.

Sebelumnya, pada Senin (30/3), Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa seorang prajurit Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL gugur akibat serangan artileri yang terjadi di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, wilayah Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Prajurit tersebut, Praka Farizal Rhomadhon, dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sementara itu, tiga prajurit lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka-luka.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan bahwa seluruh prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis. Praka Rico yang mengalami luka serius bahkan telah dirujuk ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.

Mengacu pada data dari situs resmi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, hingga Januari 2026 terdapat sekitar 756 personel TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon.*

Sumber:

Berita Terkait