Parlemen Spanyol Setujui Paket Rp98 Triliun untuk Redam Dampak Perang Timur Tengah

Parlemen Spanyol Setujui Paket Rp98 Triliun untuk Redam Dampak Perang Timur Tengah

Ilustrasi-wirestock-Freepik

RADAR JABAR - Majelis Rendah Parlemen Spanyol atau Kongres Deputi Spanyol menyetujui paket kebijakan anti-krisis senilai 5 miliar euro (sekitar Rp98,1 triliun) guna menekan dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menjelaskan bahwa keputusan ini mencakup berbagai langkah yang dirancang pemerintah untuk melindungi rumah tangga serta pelaku usaha dari imbas perang yang melibatkan Iran.

“Kongres menyetujui resolusi terkait langkah-langkah yang diterapkan pemerintah untuk mengurangi dampak perang di Iran terhadap keluarga dan dunia usaha di Spanyol,” dalam pernyataan resmi lembaga tersebut.

Paket kebijakan ini dituangkan dalam bentuk dekret kerajaan, yang di antaranya berisi penurunan pajak untuk sektor energi seperti bahan bakar, gas, dan listrik.

BACA JUGA:Iran Siapkan Regulasi Pungutan Kapal di Selat Hormuz untuk Tambah Pendapatan Negara

BACA JUGA:Penasihat Trump: AS Tak Ingin Konflik dengan Iran Berlarut Lebih dari Tiga Bulan

Pajak pertambahan nilai (PPN) untuk energi diturunkan dari 21 persen menjadi 10 persen. Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan pajak tambahan pada sektor produksi dan distribusi energi.

Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo menyebut kebijakan ini sebagai langkah cepat untuk merespons tekanan ekonomi yang muncul akibat konflik. 

“Ini merupakan respons segera terhadap konsekuensi ekonomi dari perang,” ujarnya.

Ia memperkirakan sekitar 20 juta rumah tangga akan merasakan manfaat langsung, terutama melalui penurunan tagihan listrik.

BACA JUGA:AS dan Iran Dijadwalkan Gelar Dialog di Pakistan, Bahas Rudal hingga Keamanan

BACA JUGA:Kim Jong Un Tegaskan Loyalitas Korut kepada Rusia, Perkuat Aliansi Strategis

Sebelumnya, Perdana Menteri Pedro Sanchez telah mengumumkan rencana pemerintah untuk meluncurkan paket berisi sekitar 80 kebijakan dengan nilai total 5 miliar euro. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meminimalkan dampak dari konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.

Sumber: