Presiden RI Prabowo Tinjau Langsung Proses Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Presiden RI Prabowo Tinjau Langsung Proses Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Presiden RI Prabowo Tinjau Langsung Proses Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang--Antara

RADAR JABAR - Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu. Ia menyampaikan bahwa penanganan sudah hampir rampung, dengan seluruh warga terdampak kini telah menempati hunian yang layak menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurut Presiden, tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian karena seluruhnya telah dipindahkan ke hunian sementara maupun permanen. Ketersediaan listrik juga hampir sepenuhnya pulih, meski masih ada beberapa desa di wilayah dengan medan sulit yang belum sepenuhnya teraliri. Bantuan untuk masyarakat pun disebut telah tersalurkan.

Dalam kunjungannya, Presiden menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak hanya sebatas relokasi warga, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, serta penyaluran bantuan sosial.

“Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap. Listrik juga hampir semuanya sudah jalan, hanya tersisa lima desa di seluruh Aceh yang memang medannya sulit. Bantuan semua sudah turun ke rakyat,” ujar Presiden Prabowo usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Darussalam, kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Sabtu.

Program pemulihan ini turut didukung oleh PT Hutama Karya bersama sejumlah BUMN karya lainnya, khususnya dalam pembangunan kawasan hunian sementara (huntara) di jalur lintas Banda Aceh–Medan.

Huntara tersebut dirancang sebagai kawasan mandiri dengan unit hunian berukuran 4,5 x 4,5 meter sesuai standar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Selain sebagai tempat tinggal, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti sanitasi, dapur umum, area cuci, akses internet, hingga tempat ibadah berupa Masjid Darussalam yang menjadi pusat aktivitas warga selama Idul Fitri.

Untuk mendukung layanan dasar, Hutama Karya juga mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau dengan kapasitas 40 liter per detik guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Selain itu, perusahaan tersebut turut berperan dalam perbaikan infrastruktur konektivitas, seperti rehabilitasi Jembatan Lawe Mengkudu dan Jembatan Penanggalan, serta pembersihan material kayu di sejumlah titik penting agar mobilitas warga dan distribusi logistik kembali lancar.

Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan seluruh fasilitas di kawasan huntara kini telah berfungsi dengan baik untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berupaya memastikan warga Aceh Tamiang dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, didukung oleh fasilitas seperti listrik, air bersih, serta akses jalan internal yang memadai.

 

Presiden Prabowo juga mengapresiasi sinergi antara kementerian, lembaga, dan BUMN yang dinilai berhasil mempercepat proses pemulihan, sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak dapat segera kembali normal.

Sumber:

Berita Terkait