Putri Kusuma Wardani Tembus Semifinal Swiss Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Thailand

Putri Kusuma Wardani Tembus Semifinal Swiss Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Thailand

Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani saat melawan wakil Thailand Pitchamon Opatniputh pada perempat final Swiss Open 2026 di St. Jakobshalle, Basel, Jumat (13/3/2026). Putri menang dua gim langsung 21-18, 21-19.--ANTARA/HO-PBSI

RADAR JABAR - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani berhasil melangkah ke babak semifinal turnamen Swiss Open 2026 setelah menundukkan pemain Thailand Pitchamon Opatniputh dalam dua gim langsung. Pertandingan perempat final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, pada Jumat waktu setempat itu berakhir dengan skor 21-18 dan 21-19.

Putri mengungkapkan rasa syukurnya setelah mampu mengamankan kemenangan, terutama karena ia sempat mengalami tekanan pada pertandingan tersebut. Situasi paling menegangkan terjadi di gim kedua ketika ia tertinggal cukup jauh dari lawannya sebelum akhirnya berhasil membalikkan keadaan.

“Untuk keseluruhan tidak menyangka bisa ambil gim kedua karena dari awal sudah tertinggal jauh,” kata Putri dalam keterangan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Sabtu.

Sebagai unggulan pertama di turnamen tersebut, Putri menilai permainan Opatniputh sangat solid. Lawannya dinilai memiliki keuntungan dari segi jangkauan karena postur tubuh yang lebih tinggi, serta menunjukkan pertahanan yang lebih siap pada gim kedua.

BACA JUGA:Lolos dari Perempat Final Indian Wells, Sinner Vs Zverev di Semifinal!

BACA JUGA:Wakil Inggris Tak Berdaya, Bodø/Glimt Berjaya di Babak 16 Besar Liga Champions

Menurut Putri, pemain Thailand itu juga mampu mengatur ritme pertandingan dengan memperlambat tempo permainan. Kondisi tersebut membuatnya harus lebih sabar dalam menyusun strategi dan mencari celah untuk menyerang.

“Dia bermain sangat baik. Dengan postur yang tinggi dan jangkauan panjang, jadi kalau saya menyerang atau mengembalikan bola dia cukup tenang untuk menetralkan. Defense dia di gim kedua juga sudah lebih siap, selain itu dia juga melambatkan pola permainan,” ujarnya.

Putri menambahkan bahwa kunci keberhasilannya dalam pertandingan tersebut adalah menjaga ketenangan ketika tertinggal poin. Ia berusaha tetap sabar dan tidak terburu-buru dalam melakukan serangan agar bisa membalikkan keadaan.

“Saya cukup senang bisa keluar dari tekanan yang ada di lapangan tadi. Cukup berat mengejar banyak poin ketinggalan tapi dengan coba sabar dan tidak buru-buru menyerang serta mencoba variasi pukulan panjang,” katanya.

BACA JUGA:Iran Mundur dari Worldcup 2026

BACA JUGA:Alvaro Arbeloa: Pertandingan Real Madrid vs Manchester City Paling Ditunggu

Pada babak semifinal, Putri akan menghadapi pemain Jepang Nozomi Okuhara. Ia memperkirakan laga tersebut akan berlangsung sengit dan membutuhkan stamina yang besar.

“Besok lawan Okuhara yang pasti harus siap capek lagi seperti hari ini dan kemarin. Pasti bolanya juga akan lebih sulit dan tidak gampang mati. Dia punya spekulasi-spekulasi yang cukup baik,” ujar Putri.

Di luar pertandingan, Putri juga mengaku menikmati pengalaman bertanding di Swiss selama mengikuti turnamen ini.

 

“Swiss negara yang cukup bagus dan udaranya bersih. Cukup menyenangkan bisa ada di sini,” katanya.

Sumber: