Iran Tegaskan Tak Kirim Pesan ke AS dan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan
Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. --ANTARA/Anadolu/py
RADAR JABAR - Pemerintah Iran dilaporkan belum menyampaikan pesan apa pun kepada Amerika Serikat dan menegaskan bahwa negara tersebut telah mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik jangka panjang. Informasi tersebut disampaikan oleh kantor berita Tasnim yang mengutip sumber terkait situasi keamanan di Iran.
Menurut sumber tersebut, Teheran tidak memiliki rencana untuk merespons pesan yang diduga berasal dari pihak Amerika Serikat. Sebaliknya, fokus utama Iran saat ini adalah memperkuat kesiapan militernya dalam menghadapi potensi perang yang berkepanjangan.
"Iran belum mengirim pesan apa pun kepada AS, dan tidak akan ada tanggapan apa pun terhadap pesan-pesan AS. Angkatan Bersenjata Iran sebaliknya telah bersiap untuk perang jangka panjang,"ujar sumber tersebut sebagaimana dikutip oleh Tasnim.
Sementara itu, laporan dari media Amerika Serikat Axios pada Rabu menyebutkan bahwa intelijen Israel memperoleh informasi yang menimbulkan dugaan adanya kemungkinan komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Dugaan tersebut berkaitan dengan pembahasan mengenai peluang tercapainya gencatan senjata di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Trump Siapkan Asuransi dan Pengawalan Militer untuk Kapal Tanker di Teluk Persia
BACA JUGA:Hizbullah Klaim Serang Tiga Pangkalan Militer Israel dengan Roket dan Drone
Namun hingga kini, pihak Iran membantah adanya komunikasi semacam itu. Pernyataan dari sumber yang dikutip Tasnim menegaskan bahwa tidak ada pesan yang dikirimkan oleh Teheran kepada Washington terkait situasi yang berkembang saat ini.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat tajam setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyasar beberapa lokasi penting, termasuk kawasan di ibu kota Teheran. Insiden tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur dalam serangan tersebut. Kabar tersebut memicu kemarahan besar di dalam negeri Iran serta memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sebagai balasan atas serangan itu, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan tersebut menandai peningkatan eskalasi konflik yang semakin serius di kawasan tersebut.
BACA JUGA:23 WNI Sempat Terjebak di Bandara Abu Dhabi, Dubes RI: Kini Seluruhnya Selamat
Ketegangan yang meningkat ini terjadi di tengah berlangsungnya perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang sedang digelar di Jenewa. Perundingan tersebut dimediasi oleh Oman dengan tujuan mencari solusi diplomatik terkait program nuklir Iran.
Namun dengan situasi militer yang semakin memanas dan meningkatnya aksi saling serang, masa depan perundingan tersebut kini menjadi semakin tidak pasti.*
Sumber: