Hizbullah Klaim Serang Tiga Pangkalan Militer Israel dengan Roket dan Drone

Hizbullah Klaim Serang Tiga Pangkalan Militer Israel dengan Roket dan Drone

Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. --ANTARA/Anadolu Agency/pri.

RADAR JABAR – Hizbullah mengklaim telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas militer Israel yang berada di kawasan utara serta di wilayah Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel. Aksi tersebut disebut dilakukan dengan menggunakan roket dan pesawat nirawak atau drone.

Dalam tiga pernyataan terpisah yang dikutip Anadolu pada Selasa, Hizbullah menyatakan bahwa serangan itu merupakan respons atas apa yang mereka sebut sebagai agresi Tel Aviv terhadap Lebanon.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa target yang disasar murni instalasi militer. Mereka mengaku mengirim sejumlah drone kamikaze ke fasilitas radar dan pusat kendali di Ramat David Airbase di wilayah utara Israel.

Selain itu, Hizbullah juga menyatakan telah menyerang Pangkalan Meron, yang berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pengendalian operasi udara Israel di kawasan utara, dengan gelombang drone. Serangan tersebut diklaim menyebabkan kerusakan pada salah satu sistem radar serta sebuah bangunan komando. 

BACA JUGA:India–Kanada Sepakati Dialog Pertahanan dan Kerja Sama Uranium, Targetkan Perdagangan 50 Miliar Dolar AS

BACA JUGA:23 WNI Sempat Terjebak di Bandara Abu Dhabi, Dubes RI: Kini Seluruhnya Selamat

Dalam operasi lainnya, Hizbullah mengaku meluncurkan rentetan roket dalam jumlah besar ke Pangkalan Nafah, markas Divisi Bashan ke-210 yang berada di Dataran Tinggi Golan.

Serangan terbaru Hizbullah disebut sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Diketahui bahwa gelombang serangan roket, rudal, dan drone Hizbullah ke wilayah utara Israel, termasuk kota Haifa, dilaporkan mulai terjadi sekitar 1 Maret 2026. Aksi itu berlangsung setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Teheran yang menewaskan Khamenei.

Sebagai kelompok yang didukung Iran di Lebanon, Hizbullah menyatakan serangan tersebut dilakukan untuk “membela darah Khamenei” serta sebagai respons atas agresi Israel yang terus berlanjut, termasuk dugaan pelanggaran gencatan senjata sejak November 2024. Israel kemudian membalas dengan serangan udara ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon, sehingga meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan.*

 
 
 

Sumber: