Harga Emas Dunia Tembus 5.350 Dollar per Ounce, Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Harga Emas Dunia Tembus 5.350 Dollar per Ounce, Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ilustrasi-wirestock-Freepik

RADAR JABAR - Harga emas dunia kembali menunjukkan performa impresif pada awal Maret 2026. Diketahui bahwa harga emas dunia ini berada di kisaran US$5.350 per troy ounce, dengan penguatan harian sekitar 1–2 persen.

Berdasarkan data perdagangan pada Senin pagi, 2 Maret 2026, harga spot emas tercatat mencapai US$5.353,48 per troy ounce atau naik 1,41 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Selain itu, sumber lain mencatat harga penawaran (bid price) berada di sekitar US$5.324,90 per ounce, menguat 0,88 persen. Secara konversi, harga tersebut setara sekitar US$172 per gram.

Lonjakan harga ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah, yang mendorong investor berburu aset safe-haven seperti emas.

Konversi ke Rupiah

Jika dikonversi menggunakan kurs terkini, harga emas dunia berada di kisaran Rp16,79 juta per gram atau lebih dari Rp90 juta per troy ounce. Nilai dalam rupiah ini tentu bersifat fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah serta dinamika pasar domestik.

Penguatan dolar AS biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas. Namun dalam kondisi ketidakpastian global, emas justru tetap diburu meski dolar relatif stabil. Inilah yang terlihat pada awal Maret 2026, di mana harga emas tetap berada di atas level US$5.300 per ounce.

BACA JUGA:Ini Lokasi Penukaran Uang Baru di Bandung Lengkap dengan ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu

BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 2 Maret 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkapnya!

Tren Kenaikan Sepekan Terakhir

Dalam sepekan terakhir, harga emas melonjak signifikan dari sekitar US$5.200 per ounce menjadi US$5.350-an per ounce. Kenaikan ini didorong oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Iran, serta keterlibatan Amerika Serikat dalam dinamika kawasan tersebut.

Ketegangan geopolitik selalu menjadi katalis positif bagi emas. Investor global cenderung memindahkan dana dari aset berisiko seperti saham ke instrumen yang lebih aman, salah satunya emas. Permintaan yang meningkat inilah yang kemudian mendorong harga naik secara konsisten.

Secara bulanan, emas mencatat kenaikan sekitar 8,47 persen hingga awal Maret 2026. Angka ini menunjukkan tren bullish yang cukup kuat dan solid, bahkan melampaui ekspektasi sebagian analis pada awal tahun.

Perkembangan Harga Sepanjang Februari

Jika ditarik ke awal Februari 2026, harga emas masih berada di kisaran US$4.771 per ounce. Dalam waktu kurang dari satu bulan, harga melonjak menjadi US$5.061 pada pertengahan Februari, dan kini mencapai sekitar US$5.365 per ounce pada 2 Maret.

Bahkan pada perdagangan pagi ini, harga spot sempat menyentuh US$5.380,91 per ounce dengan kenaikan harian antara 1,65 hingga 1,9 persen. Kenaikan yang relatif konsisten setiap hari menunjukkan adanya momentum beli yang kuat dari pelaku pasar global.

Secara teknikal, tren bullish ini masih berpotensi berlanjut. Proyeksi akhir Maret 2026 menunjukkan kisaran harga US$5.365 hingga US$5.500 per ounce, tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan ekonomi global.

Faktor Penggerak Harga

Sumber: