Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi Ditutup Sementara, Akses Diperketat akibat Ketegangan Timur Tengah

Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi Ditutup Sementara, Akses Diperketat akibat Ketegangan Timur Tengah

Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi masih ditutup dan akses dibayasi ketat. --ANTARA/Hanni Sofia.

RADAR JABAR - Operasional di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi masih dihentikan sementara menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penutupan ruang udara dan pembatalan sejumlah penerbangan.

Saat hendak mengonfirmasi langsung status penerbangan kepada maskapai Etihad Airways, akses menuju area bandara pada Minggu (1/3) sore waktu setempat terlihat dijaga ketat. Petugas keamanan membatasi masuknya siapa pun ke kawasan terminal, termasuk calon penumpang yang telah memegang tiket resmi.

Sejumlah kendaraan aparat ditempatkan di sekitar akses utama bandara untuk menutup jalur masuk. Tidak ada penumpang yang diizinkan memasuki area keberangkatan maupun kedatangan. Kondisi di dalam gerbang bandara juga tidak dapat dipantau dari luar, namun pengamanan tampak diperketat guna mencegah potensi ancaman terhadap keselamatan publik.

Penutupan ini terjadi setelah situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas, sehingga beberapa negara di kawasan tersebut menutup sementara wilayah udaranya. Otoritas penerbangan sipil mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara aktivitas bandara dan membatalkan penerbangan sebagai prioritas perlindungan bagi penumpang dan awak pesawat.

BACA JUGA:Emergency Alert Berulang di Abu Dhabi, Otoritas Pastikan Situasi Aman Usai Ancaman Rudal

BACA JUGA:Jejak Perjalanan Ali Khamenei, Penjaga Revolusi Iran Selama Lebih Dari Tiga Dekade

Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Etihad Airways yang bermarkas di Abu Dhabi, telah mengumumkan penghentian operasional penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil sambil menunggu kondisi keamanan dinyatakan stabil oleh pihak berwenang.

Maskapai juga mengimbau calon penumpang agar tidak mendatangi bandara untuk sementara waktu dan terus memantau pembaruan informasi melalui situs web resmi maupun saluran komunikasi perusahaan. Penumpang yang terdampak disarankan memanfaatkan layanan perubahan jadwal atau pengembalian dana yang tersedia secara daring.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan aktivitas penerbangan akan kembali normal. Otoritas setempat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan setiap kebijakan yang diambil mengutamakan aspek keselamatan serta keamanan masyarakat.

 

Bagi para calon penumpang yang terdampak pembatalan, disarankan untuk tetap berada di lokasi masing-masing dan tidak memaksakan diri menuju bandara hingga ada pengumuman resmi terkait pembukaan kembali operasional penerbangan.*

Sumber: