AS Tawarkan Hadiah Rp167 Miliar untuk Informasi Penangkapan Bos Kartel Sinaloa

AS Tawarkan Hadiah Rp167 Miliar untuk Informasi Penangkapan Bos Kartel Sinaloa

Seorang polisi berjaga di dekat mobil yang terbakar di sebuah jalan di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).--ANTARA/Xinhua/Diana Marquez/aa.

RADAR JABAR - Pemerintah Amerika Serikat menawarkan imbalan hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp167,8 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan maupun vonis terhadap pimpinan Kartel Sinaloa asal Meksiko. Hal ini disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, pada Kamis.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa pada 26 Februari, Biro Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum Internasional Departemen Luar Negeri melalui Program Hadiah Narkotika (NRP) mengumumkan imbalan masing-masing hingga 5 juta dolar AS. 

"Hari ini [26 Februari], Biro Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum Internasional Deplu AS melalui Program Hadiah Narkotika (NRP) mengumumkan penawaran hadiah hingga 5 juta dolar AS (sekitar Rp83,9 miliar) masing-masing," tulis pernyataan tersebut.

Tawaran tersebut ditujukan untuk informasi yang dapat membawa pada penangkapan atau penghukuman dua tokoh utama Kartel Sinaloa, yakni Rene Arzate-García alias “La Rana” dan Alfonso Arzate-García alias “Aquiles”.

BACA JUGA:Donald Tusk Dorong Reformasi Uni Eropa agar Lebih Banyak Negara Bisa Bergabung

BACA JUGA:Rumah dan Kendaraan Warga Palestina Dibakar di Susya, Ketegangan di Tepi Barat Kian Meningkat

"Penawaran ini untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan/atau hukuman, di negara mana pun, terhadap Bos Kartel Sinaloa Tijuana Plaza, Rene Arzate-García, alias 'La Rana,' dan saudaranya, Alfonso Arzate-García, alias 'Aquiles.'," sambung pernyataan tersebut.

Kedua bersaudara itu diduga memimpin faksi Tijuana dari Kartel Sinaloa selama kurang lebih 15 tahun. Pada 2023, pemerintah AS telah menetapkan keduanya atas dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkotika ilegal lintas negara.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS turut mendakwa Rene Arzate-García dengan sejumlah tuduhan serius, termasuk narkoterorisme, menjalankan perusahaan kriminal berkelanjutan, memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing, konspirasi perdagangan narkoba internasional, hingga tindak pidana pencucian uang.

Program hadiah ini dijalankan bekerja sama dengan Divisi San Diego dari Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) serta Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan California. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Washington mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional yang dianggap mengancam keamanan nasional dan regional.

Sebelumnya, pada Februari 2025, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan bahwa pemerintah Amerika Serikat secara resmi memasukkan delapan kartel ke dalam daftar Organisasi Teroris Asing. Di antara kelompok yang ditetapkan adalah Kartel de Sinaloa, MS-13, serta Tren de Aragua.

Penetapan tersebut memungkinkan pemerintah AS menerapkan sanksi yang lebih luas serta memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional dalam memburu para pemimpin dan anggota jaringan kriminal tersebut.*

Sumber: