Prediksi Harga Emas Hari Ini, Antam Melemah Rp45.000, Prospek Pekan Ini Berpotensi Menguat
Ilustrasi emas batangan-Zlaťáky.cz-Pexels
RADAR JABAR - Prediksi harga emas di pasar domestik Indonesia pada akhir Februari 2026 tercatat mengalami penurunan tipis. Berdasarkan data terbaru, harga emas batangan produksi Logam Mulia Antam berada di angka Rp 3.023.000 per gram pada 25 Februari 2026.
Diketahui bahwa harga emas Antam turun Rp 45.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali ditetapkan di Rp 2.802.000 per gram, terkoreksi Rp 52.000.
Sementara itu pergerakan emas global justru menunjukkan penguatan terbatas. Di pasar internasional, prediksi harga emas dunia (XAU/USD) berada di kisaran US$5.190 per troy ounce, naik sekitar 0,98 persen setelah sempat mengalami pullback dari level tertingginya. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali muncul di tengah dinamika global.
Untuk periode 24–28 Februari 2026, analis memprediksi harga emas cenderung bergerak stabil dengan peluang kenaikan tipis. Di pasar dalam negeri, emas Antam diperkirakan berada pada rentang Rp 2,8 juta hingga Rp 2,85 juta per gram.
BACA JUGA:Obligasi Keberlanjutan Bank bjb 2026 Resmi Ditawarkan, Rating idAA dan Kupon Menarik
BACA JUGA:Pengusaha Japnas Harus Bersinergi dengan Pemerintah
Secara global, prediksi harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan moderat menuju level US$5.200 per troy ounce, selama momentum bullish tetap terjaga.
Namun, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila data inflasi Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi yang kuat dapat memicu perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan menekan harga emas dalam jangka pendek.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas saat ini adalah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
BACA JUGA:Harga Dolar AS Hari ini: Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Sentuh Rp17.000 pada 24 Februari 2026
BACA JUGA:Ada 8 Posisi Dibuka, Cek Lowongan Kerja Bank Mandiri Terbaru Februari 2026
Sinyal kebijakan yang cenderung dovish atau mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga menjadi katalis positif bagi emas. Ketika suku bunga turun, daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas biasanya meningkat.
Selain itu, ketegangan geopolitik global juga turut mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Dalam situasi ketidakpastian politik dan ekonomi, investor cenderung mencari instrumen yang relatif aman untuk menjaga nilai aset mereka.
Faktor lainnya yang tak kalah penting adalah pergerakan dolar AS. Pelemahan dolar biasanya membuat harga emas lebih kompetitif dan mendorong kenaikan harga.
Bagi investor di Indonesia, termasuk di Bandung dan kota-kota besar lainnya, disarankan untuk rutin memantau pembaruan harga dari Logam Mulia maupun Pegadaian. Fluktuasi harga emas dapat terjadi setiap hari, sehingga keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan tren global dan kondisi domestik secara bersamaan.*
Sumber: