Harga Dolar AS Hari ini: Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Sentuh Rp17.000 pada 24 Februari 2026
Ilustrasi-jcomp-Freepik
RADAR JABAR - Harga dolar AS kepada Rupiah pada Selasa, 24 Februari 2026, berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per USD. Hal tersebut dikarenakan rupiah mengalami pelemahan tipis di tengah dinamika pasar global.
Berdasarkan data pasar spot pada perdagangan siang hari, kurs USD/IDR berada di rentang Rp16.834 hingga Rp16.836 per dolar AS.
Mengacu pada data resmi Bank Indonesia, kurs referensi JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) mencatat nilai tengah USD/IDR di level sekitar Rp16.818.
Sementara itu, kurs jual berada di posisi Rp16.902 dan kurs beli di Rp16.734 pada pembaruan 24 Februari 2026. Kurs JISDOR ini kerap dijadikan acuan dalam berbagai transaksi keuangan dan perdagangan internasional.
BACA JUGA:Ada 8 Posisi Dibuka, Cek Lowongan Kerja Bank Mandiri Terbaru Februari 2026
BACA JUGA:Harga Emas Terbaru 24 Februari 2026 Naik Tajam, Antam Tembus Rp3,6 Juta per Gram
Sementara itu, nilai tukar di sejumlah bank swasta nasional menunjukkan variasi yang relatif tipis. Di Bank Central Asia (BCA), kurs beli dolar AS berada di level Rp16.910 dan kurs jual Rp17.030.
Sementara itu, Bank Mandiri menetapkan kurs beli Rp16.920 dan kurs jual Rp17.020. Adapun Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kurs beli Rp16.950 dan kurs jual Rp17.050, sedikit lebih tinggi dibandingkan bank lain.
Sedangkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI), kurs beli berada di kisaran Rp16.831 dan kurs jual sekitar Rp16.955, berdasarkan estimasi data pada siang hari WIB.
Perbedaan kurs antarbank umumnya dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing bank, kondisi likuiditas, serta kebutuhan transaksi nasabah. Selisih antara kurs beli dan jual (spread) juga menjadi faktor yang menentukan biaya konversi mata uang bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
BACA JUGA:Satgas PASTI Hentikan Kegiatan AMG Pantheon dan Mbastack Periklanan Kreatif Terbatas (MBA)
BACA JUGA:62 Pengurus Japnas Jabar Dilantik, Pengusaha Diminta Perkuat Iklim Usaha dan Serap Tenaga Kerja
Pelemahan rupiah yang terjadi hari ini masih tergolong terbatas dan berada dalam rentang stabil. Pergerakan nilai tukar ke depan diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, arus modal asing, serta kondisi ekonomi domestik.
Bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi valas, disarankan untuk memantau perkembangan kurs secara berkala dan membandingkan penawaran dari beberapa bank guna memperoleh nilai tukar terbaik.*
Sumber: