Prediksi Harga Emas 24–28 Februari 2026, Stabil dengan Peluang Naik Tipis
Ilustrasi-wirestock-Freepik
RADAR JABAR – Perkiraan harga emas untuk pekan depan, 24–28 Februari 2026, diperkirakan masih berada dalam tren stabil dengan potensi kenaikan ringan. Hal tersebut didukung oleh kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung dovish serta meningkatnya ketegangan geopolitik global yang biasanya mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.
Dalam perspektif jangka menengah, pergerakan emas masih berada dalam tren naik meskipun belakangan ini terjadi perlambatan pada kekuatan momentumnya. Selama harga mampu bertahan di atas level psikologis yang krusial, potensi untuk melanjutkan kenaikan tetap terbuka lebar.
Proyeksi Harga Emas Dunia
Di pasar global, harga spot emas diperkirakan bergerak di kisaran USD 4.800–4.950 per ounce. Level support kuat berada di sekitar USD 4.868, sementara resistance terdekat berada di area USD 4.900 per ounce.
Sejumlah analis teknikal menilai bahwa meski momentum bullish sedikit melambat, struktur tren masih positif selama harga tidak menembus ke bawah USD 4.800. Berdasarkan pasar prediksi seperti Polymarket, emas berpotensi menyentuh USD 5.000 per ounce pada akhir Juni 2026 apabila sentimen makroekonomi tetap mendukung.
Kenaikan tersebut sangat bergantung pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya keputusan suku bunga dari Federal Reserve.
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Terbaru 18 Februari 2026 Turun, 24K Kini di Kisaran Rp2,5 Jutaan
BACA JUGA:Sinergi Olahraga dan Layanan Finansial di Coast to Coast Bersama bank bjb
Dampak terhadap Harga Emas di Indonesia
Stabilnya harga emas dunia diperkirakan akan berdampak langsung pada pasar domestik. Harga emas Antam lokal diprediksi naik tipis ke kisaran Rp2,8–2,85 juta per gram jika spot global bertahan stabil.
Sementara itu, harga buyback di sejumlah gerai seperti Pegadaian dan IndoGold berpotensi menyesuaikan ke sekitar Rp2,75 juta per gram, dengan catatan tidak terjadi gejolak besar di pasar global.
Kenaikan ini tergolong moderat dan mencerminkan respons pasar domestik terhadap pergerakan harga internasional yang cenderung sideways dengan bias naik.
Faktor Penggerak Utama
Faktor paling menentukan pekan depan adalah keputusan suku bunga The Fed. Jika bank sentral AS memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih lanjut, emas berpotensi menguat karena imbal hasil obligasi melemah dan dolar AS cenderung tertekan.
Sebaliknya, jika suku bunga ditahan atau muncul sinyal kebijakan lebih ketat, harga emas bisa terkoreksi hingga mendekati USD 4.700 per ounce.
Selain itu, investor juga perlu memantau data inflasi Amerika Serikat serta aktivitas pembelian emas oleh bank sentral global. Kedua faktor tersebut sering menjadi katalis kuat pergerakan harga.
BACA JUGA:5 Koin Kuno yang Miliki Harga Fantastis! Kolektor Langsung Melirik?!
Kesimpulan
Secara keseluruhan, prediksi harga emas untuk minggu depan, 24–28 Februari 2026 masih relatif kondusif dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter AS, pergerakan dolar, serta dinamika geopolitik global sebelum mengambil keputusan.
Dengan strategi yang tepat dan pengamatan terhadap level support–resistance kunci, peluang memanfaatkan momentum kenaikan emas masih terbuka, khususnya bagi investor yang berorientasi jangka menengah hingga panjang.
Bagi investor ritel di Indonesia, momentum ini bisa menjadi peluang akumulasi bertahap, sambil tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter global dan dinamika pasar internasional.*
Sumber: