Geger! Diduga Pertalite Tercampur Air, 17 Motor dan 2 Mobil Mogok, SPBU Siap Bertanggung Jawab
Ilustrasi--Freepik
RADAR JABAR - Masyarakat dibuat geger oleh dugaan adanya penjualan BBM jenis Pertalite yang tercampur air di sebuah SPBU yang berlokasi di Jalan Raya Mohammad Toha, Kampung Cibunar RT 01 RW 02, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Dampak dari kejadian itu, setidaknya 17 sepeda motor dan dua unit mobil dilaporkan mengalami mogok setelah mengisi bahan bakar di SPBU tersebut pada Jumat malam, 14 Februari 2026. Para pemilik kendaraan kemudian mendatangi kembali SPBU guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
"Iya ternyata itu bensin pertalite campur air. Sepeda motor banyak mogok dan rusak, jadi pada balik lagi minta ganti rugi,” ujar Jali, salah seorang warga.
Perwakilan pengelola SPBU, Tambahe Silalahi, tidak menampik terjadinya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, bersamaan dengan momen pergantian giliran kerja karyawan.
BACA JUGA:Bupati Rudy: 19 Pejabat di Pemkab Bogor Dilantik, 96 Jabatan Masih Kosong
BACA JUGA:Polisi Tangkap Pelaku Penusuk Warga Usai Salat Jumat di Caringin
“Ada beberapa konsumen yang datang kembali karena kendaraannya mengalami kerusakan. Setelah dicek memang ada campuran air di pertalite,” ujarnya.
Pengelola SPBU menyatakan telah mengganti BBM yang bermasalah dengan Pertamax serta menanggung seluruh biaya perbaikan kendaraan milik konsumen terdampak. Kendati demikian, hingga saat ini mereka mengaku belum mengetahui sumber air yang diduga mencemari tangki penyimpanan bahan bakar tersebut.
BACA JUGA:Warga Caringin Kabupaten Bogor Diduga Ditusuk oleh Tetangga Usai Salat Jumat
BACA JUGA:Senam Bedas Meriahkan HPN di Kabupaten Bandung
Pengakuan bahwa asal-usul air tersebut tidak diketahui justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, sistem distribusi dan penyimpanan BBM semestinya diawasi dengan prosedur yang ketat. Terlebih lagi, insiden itu terjadi saat pergantian shift karyawan, yang seharusnya tetap berada dalam pengawasan manajemen.
Pihak SPBU juga menegaskan bahwa peristiwa ini tidak disengaja. Sebagai langkah sementara, penjualan Pertalite di lokasi tersebut dihentikan.
Di sisi lain, Polsek Parungpanjang membenarkan telah mendatangi tempat kejadian pada malam yang sama. Berdasarkan pemeriksaan awal, pengelola disebut telah memenuhi tanggung jawab kepada konsumen serta menghentikan sementara distribusi Pertalite.
Meski begitu, masyarakat berharap penanganan kasus ini tidak hanya sebatas pemberian ganti rugi. Dugaan tercampurnya air dalam BBM dinilai sebagai persoalan serius yang berkaitan dengan keselamatan pengguna kendaraan dan kredibilitas pengawasan distribusi bahan bakar. Aparat penegak hukum serta instansi terkait pun diharapkan melakukan penyelidikan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.*
Sumber: