Gelar Pindar Mengajar dan Media Roadshow, Industri Pindar Tingkatkan Pengelolaan Risiko dan Literasi Publik

Gelar Pindar Mengajar dan Media Roadshow, Industri Pindar Tingkatkan Pengelolaan Risiko dan Literasi Publik

--

RADAR JABAR, Bandung, 12 Februari 2026 — Memasuki tahun 2026, industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring (Pindar) berada pada fase penting. Pertumbuhan industri tidak lagi semata ditentukan oleh kecepatan ekspansi, melainkan oleh kemampuan menjaga kualitas pendanaan, memperkuat manajemen risiko, serta menjawab kesenjangan pembiayaan nasional yang masih besar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pendanaan Pindar mencapai Rp96,62 triliun per Desember 2025, atau tumbuh 25,44% secara year on year (YoY). Capaian ini menunjukkan ekspansi industri yang masih berlanjut di tengah tantangan risiko kredit yang tetap perlu diwaspadai.

OJK juga menyoroti dua risiko utama yang masih mengemuka, yakni eskalasi risiko kredit serta ketimpangan literasi keuangan masyarakat. Tingkat risiko pinjaman ini membutuhkan penguatan kualitas penyaluran pendanaan serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko berutang.

Di sisi lain, rendahnya literasi keuangan yang belum sejalan dengan penetrasi teknologi turut meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap keputusan berutang secara impulsif.

Tantangan tersebut juga diperparah oleh masih maraknya praktik pinjaman online ilegal yang memanfaatkan kebutuhan dana masyarakat. Sepanjang 2025, OJK melalui Satgas PASTI telah menutup ribuan entitas pinjol ilegal serta menghapus 2.263 entitas yang melakukan praktik agresif dan penyalahgunaan data.

BACA JUGA:Menilik Keunggulan VinFast di Indonesia Menurut Para Ahli Keuangan

BACA JUGA:Dari Persiapan hingga Kemandirian, bank bjb Hadirkan Solusi Pensiun Produktif

Program Pindar Mengajar dan Media Roadshow

Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan rangkaian program ‘Pindar Mengajar’ dan Media Roadshow di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari komitmen memperkuat literasi keuangan, meningkatkan pemahaman risiko, serta membangun komunikasi publik yang lebih akurat dan berimbang.

Dalam rangkaian program Media Roadshow dan Pindar Mengajar yang pertama, AFPI mengunjungi Pikiran Rakyat sebagai salah satu media tertua di Jawa Barat serta mengadakan Pindar Mengajar dengan tema “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” di Politeknik Negeri Bandung pada 11-12 Februari 2026.

Pelaksanaan kegiatan di Bandung ini turut melibatkan partisipasi anggota platform Pindar, antara lain PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne) dan PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa Fintech), sebagai bentuk kontribusi nyata industri dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia menyampaikan bahwa fase pertumbuhan industri saat ini perlu diiringi dengan penguatan kualitas dan literasi.

“Keberlanjutan industri Pindar tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan penyaluran pendanaan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas pendanaan, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Yasmine saat membuka acara Pindar Mengajar di Bandung, Rabu, 12 Februari 2026.

‘Pindar Mengajar’ merupakan program peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Mahasiswa sebagai segmen yang rentan memerlukan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi serta pemanfaatan layanan Pindar secara bertanggung jawab. Mahasiswa juga akan mendapatkan materi mengenai cara membedakan Pindar yang legal dengan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Harapannya, mahasiswa turut mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dan edukator literasi di lingkungan sekitarnya. Dengan literasi yang tepat, mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial secara bijak untuk dirinya sendiri, tetapi juga berperan aktif menyebarkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pinjaman yang bertanggung jawab, dan waspada pinjol ilegal kepada komunitasnya.

Sumber: