Menilik Keunggulan VinFast di Indonesia Menurut Para Ahli Keuangan
--
RADAR JABAR - Dalam perlombaan menuju elektrifikasi transportasi, terdapat satu kekuatan penting yang kerap luput dari sorotan publik dibandingkan produsen atau distributor kendaraan, namun memiliki peran krusial dalam menentukan kecepatan adopsi pasar, yaitu lembaga keuangan. Bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan konsumen, sebuah merek kendaraan listrik tidak hanya dinilai dari desain, performa, atau teknologinya semata, tetapi juga dari kekuatan ekosistem yang dibangun, besarnya komitmen investasi, serta kemampuannya dalam menciptakan nilai aset yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Setelah melakukan kunjungan ke ekosistem Vingroup di Vietnam, Billy dari Adira Finance serta Idota Ginting, Head of KPKB Department Bank Woori Saudara Indonesia, menyampaikan pandangan strategis mengenai bagaimana sektor keuangan Indonesia memandang VinFast. Mulai dari kompleks manufaktur berteknologi tinggi di Hai Phong hingga ekosistem yang lebih luas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan, keduanya menyaksikan bukan sekadar skala bisnis, melainkan kemampuan eksekusi sistemik yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melihat untuk Meyakini: Ekosistem yang Menumbuhkan Kepercayaan
Bagi Idota, kesan paling menonjol adalah tingkat integrasi dan sinkronisasi lintas sektor yang terbangun secara menyeluruh.
“Ini adalah sebuah konglomerasi swasta yang mampu membangun ekosistem dalam skala luar biasa. Hal tersebut mencerminkan visi jangka panjang serta kemampuan eksekusi yang sangat kuat,” ujarnya.
Di sektor perbankan, tingkat integrasi semacam ini memiliki implikasi yang sangat signifikan. Perusahaan yang berinvestasi secara komprehensif pada infrastruktur, produksi, dan jaringan layanan dinilai mampu menjaga operasional tetap stabil sekaligus meningkatkan keandalan kredit. Bagi lembaga keuangan, penilaian tidak hanya bertumpu pada potensi penjualan, tetapi juga pada ketahanan struktur bisnis. Semakin kuat dan terintegrasi suatu ekosistem, semakin rendah pula risiko aset dalam jangka panjang.
Fondasi ekosistem inilah yang secara bertahap direplikasi VinFast di Indonesia. Seiring dengan percepatan agenda elektrifikasi nasional di negara berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa ini, strategi VinFast melampaui sekadar peluncuran produk. Perusahaan membangun struktur pendukung yang menyeluruh, mulai dari pengembangan infrastruktur pengisian daya, rencana manufaktur terlokalisasi, hingga kemitraan pembiayaan yang dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik.
BACA JUGA:Dari Persiapan hingga Kemandirian, bank bjb Hadirkan Solusi Pensiun Produktif
BACA JUGA:J Trust Bank Dorong Industri Kuliner Nasional
Billy, yang mewakili Adira Finance, menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar, keberhasilan di pasar ini menuntut kesabaran strategis.
“Indonesia adalah pasar yang besar dan terus berkembang. Namun, strategi jangka panjang menjadi kunci. Ekosistemlah yang membangun kepercayaan,” ujarnya.
Pengalaman menyaksikan langsung operasional terintegrasi Vingroup di Vietnam memberikan bukti nyata bagi para mitra keuangan atas komitmen jangka panjang tersebut.
Bagi lembaga pembiayaan, kepercayaan tidak dibangun melalui narasi pemasaran, melainkan melalui ketahanan bisnis. Ketika sebuah produsen otomotif berinvestasi pada manufaktur lokal, infrastruktur pengisian daya, serta sistem purnajual yang terstandarisasi, tingkat risiko aset dapat ditekan secara signifikan. Dalam perspektif perbankan, kendaraan listrik diperlakukan sebagai aset jaminan dalam siklus pembiayaan lima hingga tujuh tahun, di mana nilai residu, keandalan perawatan, dan stabilitas biaya operasional menjadi faktor kunci dalam model penilaian kredit.
Dalam kerangka tersebut, VinFast semakin dipersepsikan sebagai merek yang menghadirkan kepemilikan kendaraan listrik yang lebih terjangkau, baik dari sisi harga maupun struktur pembiayaan. Solusi pembiayaan yang fleksibel, didukung oleh perluasan infrastruktur serta strategi lokalisasi, membuka jalur yang lebih realistis bagi konsumen Indonesia untuk mengadopsi kendaraan listrik dengan titik masuk yang lebih mudah dijangkau.
Strategi Terintegrasi untuk Menjamin Komitmen Jangka Panjang
Menurut Idota, konsumen Indonesia sangat memperhatikan daya tahan nilai dalam jangka panjang.
Sumber: