Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Masyarakat, Polresta Bandung Bedah Rutilahu di Arjasari
Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Masyarakat, Polresta Bandung Bedah Rutilahu di Arjasari--
RADARJABAR - Polresta Bandung mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Terkait hal ini, Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, meninjau langsung rumah milik Enjang di Kampung Pasirsari Lebak RT.02 RW.14, Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.
Enjang adalah seorang duda yang berprofesi sebagai buruh. Bersama dua orang anaknya, ia menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni berukuran 4x6 meter.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Kapolresta Bandung didampingi sejumlah pejabat utama Polresta Bandung, Kapolsek Pameungpeuk, unsur Forkopimcam, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
BACA JUGA:Macan Tutul di Desa Maruyung Pacet Bandung Berhasil Dievakuasi, Polisi Lakukan Pengamanan
Aldi Subartono, mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.
“Hari ini kami meninjau langsung kondisi rumah Pak Enjang yang memang sudah tidak layak huni. Melalui program Rutilahu, Polresta Bandung bersama Polsek Pameungpeuk berencana membangun kembali rumah ini agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Aldi dalam keterangannya, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menerangkan, program Rutilahu merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat, serta menjadi penyemangat bagi warga untuk terus berjuang meningkatkan kualitas hidupnya,” sambungnya.
Ia juga mengapresiasi peran pemerintah desa dan masyarakat yang telah mendukung program Rutilahu sehingga dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Menurutnya, kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan sinergi dan kepedulian bersama dalam membantu warga yang membutuhkan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar sangat penting agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutur Aldi.
Sumber: