Akademisi Sebut Taman Corat-coret Belum Sentuh Masyarakat
Akademisi Sebut Taman Corat-coret Belum Sentuh Masyarakat--
RADAR JABAR, BOGOR- Akademisi dari Universitas Pakuan, BOGOR, mengungkapkan Taman Corat-Coret belum menyentuh masyarakat.
Prof. Dr. Ir. Umar Mansyur menjelaskan, tindakan vandalisme yang baru ini terjadi di Jalur Pedesterian Jalan Ahmad Yani merupakan tindakan yang bisa disejajarkan dengan anarkis.
Ia menilai, coretan grafiti yang bukan pada tempatnya mengotori lingkungan dan mengganggu estetika Kota Bogor.
Dirinya menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor perlu melakukan langkah tegas terhadap para pelaku vandalisme yang merusak estetika kota.
"Pemkot wajib menertibkan para pelaku vandalisme yang mengotori fasilitas umum kota," jelas Umar saat dihubungi, pada Sabtu (31/1/2026).
Selain itu, Pemkot Bogor juga perlu memberikan pendidikan serta pemahaman kepada masyarakat perihal penuangan karya seni.
"Dan memberi pendidikan serta pemahaman jika akan menuangkan karya grafti pada tempatnya dan tertib serta mempunyai batasan tema vandalisme," kata dia.
Selain itu, Umar mengatakan, Taman Corat-Coret belum menyentuh seluruh masyarakat karena lokasi yang dinilai sulit terjangkau.
Pemkot Bogor perlu menentukan lokasi yang mewakili penyaluran karya seni seperti Sempur hingga ke titik terdekat bagi setiap masyarakat di wilayahnya.
BACA JUGA:Vandalisme di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Warga: Merusak Keindahan
"Taman Corat-Coret belum memasyarakat dan terkesan lokasinya susah terjangkau karena di persimpangan jalan sehingga terbatas kesempatan dan akses untuk memanfaatkannya," kata dia.
"Perlu lokasi yang lebih representatif semisal di Sempur atau beberapa lokasi perwakilan Kota Bogor di setiap kecamatan atau kelurahan-kelurahan," sambungnya.
Sumber: