Sopir Angkot Kota Bogor Tanggapi Larangan Ngetem: Kalau Ga Ngetem Repot
Para sopir Angkot Kota Bogor yang sedang mengetem di Jalan Mayor Oking. -Regi Pratasyah-Radar Jabar
RADAR JABAR, BOGOR - Sopir Angkutan Kota (Angkot) menanggapi larangan melakukan berhenti menunggu penumpang atau ngetem di Kota Bogor.
Sopir Angkot trayek 02 Sukasari-Terminal Bubulak, Sutanda (47) menilai, larangan ngetem tersebut akan memperberat kerjanya untuk mendapatkan penumpang.
Dia mengatakan, pengeteman sebagai salah satu cara untuk bersaing dengan moda transportasi online yang kerap digunakan oleh masyarakat.
Sampai Sore ini, Sutanda mengaku sudah berkeliling untuk mendapatkan penumpang tetapi hanya dua orang saja yang menggunakan jasanya.
BACA JUGA:Bupati Dadang Supriatna Fokus Menyelesaikan Rutilahu
BACA JUGA:Dinsos Jabar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Desa Pasirlangu, KBB
"Gini kalau angkot ga ngetem, sewaannya ga ada sekarang mah ada saingan ada online, ini saya keliling-keliling cuman dapet dua orang. Udah habis bensin, itu kalau ga dikasih ngetem," kata Sutanda saat ditemui di Jalan Mayor Oking, pada Sabtu (24/1/2026).
Selain itu, Sutanda juga melakukan pengeteman di Jalan Mayor Oking karena tempat tersebut sudah disediakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
Penataan tempat ngetem sopir Angkot di Jalan Mayor Oking tersebut dimaksudkan agar tidak ada lagi sopir yang menunggu penumpang di Jalan Kapten Muslihat.
Dirinya melanjutkan, jika tidak disediakan tempat pengeteman penghasilannya hanya dapat dihabiskan untuk membeli bensin dan nombok untuk membayar setoran.
BACA JUGA:Satlantas Polres Bogor Periksa Sopir Angkot yang Tabrak Penyebrang Jalan di Puncak
BACA JUGA:'Efek' Dibujuk Istri, Sopir Angkot yang Menabrak Pejalan Kaki di Puncak Serahkan Diri ke Polisi
"Kan ini udah ngasih tempat pengeteman di sini, kalau engga habis bensin, ga sama kayak penghasilan pendapatannya kadang kita nombokin, dapet uang 20 ribu nih ke Sukasari ke sini, uang bensin doang setorannya ga ada," kata dia.
Lebih lanjut, dirinya mengaku, saat dalam perjalanan trayeknya sama sekali tidak melakukan pengeteman untuk menunggu penumpang.
Sumber: