Pembangunan Jalan Tambang akan Libatkan Pengusaha hingga Pemerintah, ATBI: Jadi Daya Tawar ke Gubernur
Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tambang Batuan Indonesia, Muhammad Normansyah saat memberikan keterangan di area Pendopo Bupati Bogor.-Regi Pratasyah-Radar Jabar
RADAR JABAR, BOGOR - Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tambang Batuan Indonesia Muhammad Normansyah mengungkapkan, isi pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Pendopo Bupati Bogor, pada Selasa (13/1/2026).
Kata dia, pembangunan jalan tambang akan dikerjakan bersama dengan pihak pemerintah hingga pengusaha tambang.
Ia menutur, pembangunan jalan tambang yang melibatkan seluruh elemen itu diharapkan dapat memberikan dampak dibukanya operasional tambang yang sampai saat ini masih ditutup.
"Sehingga dengan kebersamaan ini harapan akan kembali beroperasinya tambang yang ada di wilayah IPCR; Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin ini bisa segera dilaksanakan," kata Normansyah di Pendopo Bupati Bogor, pada Selasa Malam.
BACA JUGA:Polsek Parung Panjang Bantah Adanya Tahanan Kabur: Tidak Benar
BACA JUGA:190 Rumah Terendam dan 588 Jiwa Terdampak Banjir dalam Semalam di Parungpanjang
Bisma sapaan akrabnya, menyatakan apabila pembangunan jalan tambang bergantung dengan anggaran pemerintah akan menghabiskan sekitar dua tahun anggaran.
Maka, ia menilai, bila menunggu sskitar 2 tahun para pengusaha tambang tidak akan bisa bertahan selama itu.
"Itu tidak memungkinkan bagi kami, teman-teman pengusaha tambang itu bertahan hingga 2 tahun yang akan datang," jelasnya.
Nantinya, hasil pertemuan antara para pengusaha tambang dengan Pemkab Bogor akan menjadi daya tawar kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membuka kembali operasional tambang.
"Jadi ini sudah sepakat, sudah dukung konsep kita mohon Bapak Gubernur untuk bisa mengizinkan kembali teman-teman di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin bisa beroperasi itu," pungkasnya.
Sumber: