Dinkes Kabupaten Bogor Masih Tunggu Data Kasus Super Flu dari Dinkes Provinsi Jawa Barat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty saat memberikan keterangan.-Regi Pratasyah -Radar Jabar
RADAR JABAR, BOGOR - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terkait Super Flu. Diketahui, Kementerian Kesehatan RI menyatakan terdapat 62 kasus Super Flu di Indonesia hingga akhir Desember 2025 lalu.
Berdasarkan analisis epidemiologi yang dirilis Kemenkes RI menyatakan, 23 kasus berada di Jawa Timur, 18 kasus Kalimantan Selatan, lalu Jawa Barat tercatat 10 kasus.
Selain itu, Sumatera Selatan terdapat 5 kasus dan satu kasus di wilayah Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty menjelaskan, pihaknya masih mencari tau kasus Super Flu dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat.
BACA JUGA:PHRI Kabupaten Bogor Buka Suara Terkait Bayar Royalti Musik
BACA JUGA:RSUD Majalaya Klarifikasi Kasus Pembunuhan: Korban dan Pelaku Karyawan Outsourcing
Kendati begitu, Fusia menyatakan, Dinkes Jawa Barat masih belum mendapatkan data By Name By Address (BNBA) kasus Super Flu dari Kementerian Kesehatan.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui apakah terdapat kasus yang berasal dari Kabupaten Bogor," kata Fusia, pada Selasa (6/1/2026).
"Namun sampai saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat masih belum mendapatkan data By Name By Address (BNBA) kasus Super Flu tersebut dari Kementerian Kesehatan RI," sambungnya.
Ia menutur, dari penilaian data World Health Organization (WHO) dan Epidemiologi Nasional varian Super Flu tidak berbahaya.
BACA JUGA:Polisi Ungkap Motif Kasus Pembunuhan di RSUD Majalaya: Soal Utang Piutang
BACA JUGA:Pemkab Bogor Janji Tuntaskan Tunggakan Kontraktor
"Tidak ditemukan bukti varian ini lebih parah dari influenza musiman biasa. Sehingga dihimbau pencegahan untuk masyarakat," jelas Fusia.
Adapun, masyarakat Kabupaten Bogor diimvau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga asupan gizi maupun kebersihan lingkungan.
Sumber: