Pemkab Bogor Janji Tuntaskan Tunggakan Kontraktor

Pemkab Bogor Janji Tuntaskan Tunggakan Kontraktor

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika saat memberikan keterangan. -Regi Pratasyah-Radar Jabar

RADAR JABAR, BOGOR -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjelaskan terkait kegagalan pembayaran terhadap kontraktor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, Pemkab Bogor sudah menyiapkan langkah untuk menuntaskan pembayaran terhadap kontraktor tersebut.

"Jadi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, pertama itu ya. Ini saya kira tanggung jawab kita untuk selesaikan," kata Ajat saat ditemui, pada Senin (5/1/2026).

Pertama, pihak Pemkab Bogor sedang melakukan invetarisir secara teknis dan detil terhadap seluruh perangkat daerah yang memiliki tunggakan di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pada Senin (5/1).

BACA JUGA:Usai Peras Warga, 6 Oknum Wartawan Ditangkap Polisi

BACA JUGA:Indeks Kepuasan Masyarakat RSUD Welas Asih Capai 97,14 Persen, Layanan Pengaduan Tuai Apresiasi Publik

"Kita undang semua mulai dari DPUPR DKPP sampai yang memang hal-hal kecil kayak Bappedalitbang yang kemudian masih ada yang tidak terbayarkan gara-gara konsultan dan sebagainya," ujarnya.

Pemanggilan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga dihadiri oleh Inspektur Pembantu hingga pejabat BPKAD.

Ia menutur, kumpulnya seluruh SKPD juga untuk menemukan satu kesepakatan untuk melakukan pembayaran kepada kontraktor.

"Semua hadir disini untuk penyamaan persepsi dan kita memilah dan memilih kira-kira memang mana yang harus segera kita bayarkan," jelas Ajat.

Senin ini, lanjut dia, targetnya untuk menuntaskan invetarisir tunggakan yang dimiliki SKPD Kabupaten Bogor. Selanjutnya, pada satu minggu kedepan akan dilakukan review oleh Inspektorat atau Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

"Jadi kita semua kerja keras untuk mencoba segera menyelesaikan permasalahan ini, mudah-mudahan yang satu minggu ini dari APIP selesai," ucap Ajat.

Lebih jauh, Ajat mengungkapkan, data sementara yang terinventarisir yaitu sekitar Rp 204 Miliar.

"Nah setelah itu kemudian baru data yang terinventarisir, sementara kan hampir tercatat di Rp204.000.000, tapi ini sampai berjalan," ungkap Ajat.

Sumber: