Pemkab Bogor Bakal Biayai 100 UMKM untuk Berjualan di Mall
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memberikan keterangan. Foto: Sandika--
RADAR JABAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan membiayai sewa kios di Vivo Mall untuk 100 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama satu tahun.
"Jadi kita hanya memberikan stimulus. Kita mempersiapkan 100 kios yang ada di Vivo Mall. Tapi jumlah kiosnya lebih dari 100. 100 tersebut dibiayai oleh pemerintah Kabupaten Bogor," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, pada Jumat (2/1/2026).
Nantinya, UMKM yang ingin berjualan di Vivo Mall akan diinvetarisir oleh Dinas Koperasi dan UMKM bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selain itu, pihak Vivo Mall juga telah mempersiapkan pihak lainnya untuk ikut serta berdagang di tempat tersebut. Rudy melanjutkan, nantinya akan terbagi dua kluster.
BACA JUGA:Malut United Mau Tambah Klan Persib Bandung di Skuadnya? Incar Fajar Fathurrahman
BACA JUGA:Daftar Tim yang Sudah Lolos 16 Besar Piala Afrika 2025: Aljazair Susul Nigeria dan Mesir
"Tapi manajemen Vivo Mall sendiri mempersiapkan bagi pihak manapun siapapun yang ingin ikut serta berdagang di Vivo Mall. Nanti dibagi dua kluster sayap kanan sayap kiri," jelasnya.
Di Vivo Mall, lanjut Rudy, terdapat dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yakni Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Dinas Kebudayaan.
Ia menjelaskan, keberadaan OPD di mal diharapkan mampu menciptakan efek ganda. Aktivitas pelayanan publik akan menarik kunjungan masyarakat, yang pada akhirnya menghidupkan kembali ruang-ruang usaha dan mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Ketika masyarakat datang untuk mengurus pelayanan, mereka datang ke mal. Ini akan memberi efek berganda bagi dunia usaha dan UMKM lokal,” tuturnya.
BACA JUGA:Hasil Liga Italia: Bungkam Atalanta, Inter Milan Tutup Tahun 2025 di Puncak Klasemen
BACA JUGA:Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 di Subang
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait konsep work from mall dan pemanfaatan ruang publik sebagai pusat pelayanan.
Rudy menyebutkan, rencana penempatan OPD di pusat perbelanjaan telah dipersiapkan sejak 2025 dan mulai dioperasikan pada awal 2026.
Sumber: